drh. Chaidir, MM | Burung Anggota Dewan | PIZZZZ.....jangan ngeres. Burung anggota dewan ini tak ada kaitannya sama sekali dengan onderdil yang sering dibubut di bengkel Mak Erot itu. Ini juga bukan kisah porno anggota dewan, kendati anggota dewan sering berurusan dengan makluk yang bernama malu itu. Kasihan anggota dewan. Masalah malu ini
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Burung Anggota Dewan

Oleh : drh.chaidir, MM

PIZZZZ.....jangan ngeres. Burung anggota dewan ini tak ada kaitannya sama sekali dengan onderdil yang sering dibubut di bengkel Mak Erot itu. Ini juga bukan kisah porno anggota dewan, kendati anggota dewan sering berurusan dengan makluk yang bernama malu itu. Kasihan anggota dewan. Masalah malu ini muncul karena ada urat malu, coba seandainya tak ada dan tak pernah ada urat malu, tentu tidak ada yang perlu merasa malu.

Burung anggota dewan yang satu ini keterlaluan. Sepanjang sejarah, anggota dewan itu bukan burung, belum pernah ada anggota dewan yang bisa berubah rupa menjadi burung, atau burung sungguhan menjadi anggota dewan. Memang akhir-akhir ini anggota dewan suka terbang seperti burung melanglang buana ke sana ke mari ke hilir ke mudik, sehingga jarang berada di "kandang". Rapat paripurna pengesahan APBD misalnya, berulang kali batal karena jumlah anggota dewan yang hadir tidak memenuhi kuorum. Anggota dewan kelihatannya lebih suka terbang daripada ngeram dalam gedung, dan kesukaan itu leluasa dilakukan baik kelompok maupun perorangan dan itu sah karena didukung oleh APBD.

Burung yang keterlaluan itu bernama Yasha, seekor burung nuri. Dan ini kisah nyata. Pemilik burung ini ialah tuan Kanstantsin Zhukouski, seorang aktivis sosial yang tinggal di Minsk, ibukota Belarus, sebuah negara di Balkan pecahan Uni Soviet. Mungkin karena euforia demokrasi pasca runtuhnya Uni Soviet, maka tidak hanya wargany yang bebas mendaftar ikut pemilu legislatif, burung pun bebas mendaftar ikut pemilu lokal sebagai anggota dewan dan itulah yang dilakukan oleh sang pemilik, tuan Zhukouski. Sang pemilik yang nyentrik ini mendaftarkan burung nuri kesayangannya ikut pemilu sebagai anggota dewan dan hebatnya, lolos sebagai calon. Namun, setelah membentuk kelompok jurkam, sang pemilik membatalkan pencalonan burungnya, untuk menghindari hukuman. Harian KOMPAS yang memuat berita unik ini tak memberitakan ancaman hukuman dimaksud. Padahal menurut tuan Zhukouski, dia sudah membuktikannya, sepanjang seekor hewan kesayangan memiliki paspor, dia bisa didaftarkan ikut pemilu anggota dewan. Burungnya dinyatakan lolos oleh KPU setempat.

Menurut pemiliknya, Yasha bisa tercatat sebagai burung pertama yang jadi anggota dewan. Hal itu wajar karena burungnya cukup pintar. Yasha bisa bilang "Yasha baik" dan "Aku ingin jadi anggota dewan." Dan hebatnya lagi, tapi tetang ini jangan bilang pada siapa-siapa, burung nuri tersebut bisa bertanya, "Mana uangnya?" Kemampuan Yasha bertanya "Mana uangnya" ini memberi sinyal awal yang meyakinkan dia layak jadi anggota dewan. Terlalulah Tuan Zhukouski ini.

Pertanyaannya, dendam apa gerangan yang menghantui hati tuan Kanstantsin Zhukouski sehingga sampai hati menyindir anggota dewan Belarusia dengan burungnya? Bahwa parlemen yang berisi orang-orang partai dianggap kurang representatif karna terlalu mengedepankan kepentingan partainya daripada kepentingan rakyat secara umum, itu tidak hanya tejadi di Belarusia, seluruh dunia sudah tahu.

Hanya, tentang pertanyaan burung anggota dewan itu, di negeri nun, yang ibukotanya sering dilanda banjir, yang jaraknya ribuan kilometer dari ibukota Belarusia, Minsk, anggota dewannya tidak pernah bertanya seperti burung itu. Maksudnya tidak pernah lupa bertanya.....ha..ha..ha...

Tuan Zhukouski, Anda terlalu.

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 426 kali
sejak tanggal 28-01-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat