drh. Chaidir, MM | Bintang Baru Agen 007 | SIAPA tak kenal James Bond 007? James Bond 007 sebenarnya hanya bintang film spionase. Tapi film ini seakan menjadi representasi kehidupan nyata. Persaingan perebutan pengaruh, kekuasaan, blue print proyek strategis, penyebaran paham (isme), sumberdaya ekonomi, baik antar negara, maupun antar blok p
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Bintang Baru Agen 007

Oleh : drh.chaidir, MM

SIAPA tak kenal James Bond 007? James Bond 007 sebenarnya hanya bintang film spionase. Tapi film ini seakan menjadi representasi kehidupan nyata. Persaingan perebutan pengaruh, kekuasaan, blue print proyek strategis, penyebaran paham (isme), sumberdaya ekonomi, baik antar negara, maupun antar blok persekutuan, atau antar benua, selalu dibumbui dengan operasi intelijen. Operasi intelijen ini umumnya bersifat klandestin atau operasi sangat rahasia.

Operasi intelijen kontra intelijen, perang urat syaraf kontra perang urat syaraf, propaganda kontra propaganda, biasa dalam dunia intelijen. Program intelijen Amerika Serikat yang sangat rahasia berupa pemantauan aktivitas warganya dibocorkan oleh Edward Snowden. Pembocoran rahasia tersebut dipahami sebagai operasi intelijen kontra intelijen. Indikasinya kemudian menjadi terang ketika Snowden diberi suaka oleh Rusia.

Indonesia sekarang juga sedang heboh operasi rahasia sadap-menyadap. Presiden SBY marah besar ketika operasi mata-mata Australia yang menyadap pembicaraan rahasia para petinggi Indonesia terungkap di media massa. Parahnya, Australia tidak sendiri. Amerika juga melakukan hal yang sama terhadap Indonesia. Dan operasi ini membuat Indonesia merasa kehilangan martabat. Parahnya lagi, Perdana Menteri Australia Tony Abbot menyebut, mereka tidak akan berhenti menyadap Indonesia (Rakyat Merdeka, 8/12/2013).

Operasi klandestin sesungguhnya sangat berbahaya bagi sang agen. Bila tertangkap, ancaman hukuman mati menunggu. Oleh karena itu agen yang direkrut secara sangat rahasisa, biasanya yang tertangguh dari yang paling tangguh. Adakalanya pula seseorang tidak menyadari bahwa dia sudah direkrut menjadi agen rahasia baik oleh pihak kawan maupun lawan.

Sebenarnya, penggunaan hewan sebagai mata-mata sudah dikenal sejak Perang Dunia Pertama, terutama memanfaatkan jasa burung merpati. Namun sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, agen mata-mata hewan ini semakin dikembangkan. Kini tugas-tugas spionase tak lagi hanya menjadi domain manusia. Hewan juga bisa menggantikan peran James Bond 007. Belum lama ini sejumlah hewan tertangkap dan disalahkan sebagai agen mata-mata negara mulai dari Timur Tengah hingga Amerika Serikat. Hewan yang dituduh sebagai mata-mata tersebut antara lain adalah bangau, burung elang, burung merpati, burung pemakan bangkai (Burung Nasar), kucing, tupai bahkan juga ikan lumba-lumba.

Pada 2011, pemerintah Saudi menahan seekor burung yang terbang tinggi dan seekor burung pemakan bangkai dengan kecurigaan sebagai mata-mata agen Israel, Mossad. Konon burung pemakan bangkai itu memakai gelang di kakinya yang berfungsi sebagai pemancar. Bahkan, salah satu stasiun TV pernah menayangkan serentetan serangan hiu di dekat resor laut merah pada 2010. Mereka menuduh agen Israel mengontrol binatang tersebut dengan GPS untuk merugikan industri pariwisata Mesir.

Iran juga merasa terancam oleh agen 007 tandingan itu. Pada 2007, tentara Iran menangkap 14 ekor tupai yang dianggap mata-mata di sebuah pabrik pengayaan nuklir. Upaya CIA menanamkan perangkat penyadapan pada kucing yang dijuluki Operation Acoustic Kitty berakhir dengan kegagalan pada hari pertama. Kucing tersebut tertabrak mobil di luar kedutaan besar Soviet di Washington DC. Padahal proyek tersebut diperkirakan menelan biaya lebih dari 14 juta dolar AS.

Dalam sebuah "Animal Summit" yang diadakan oleh bangsa-bangsa hewan di dunia, program intelijen yang melibatkan bangsa mereka disambut dengan sukacita. "Sekarang terbukti, bangsa kita bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan, atau ditakuti oleh bangsa manusia," ujar elang dengan bangga.
"Kami bisa melakukan operasi klandestin di bawah laut lebih cepat dari manusia," lumba-lumba menimpali.

Satu hal yang mereka lupa, manusia itu panjang akalnya. Merpati mata-mata Jerman dalam Perang Dunia ke-II misalnya, dilumpuhkan oleh Inggris dengan melepas elang kelaparan untuk mencegat merpati-merpati Jerman tersebut. Jeruk makan jeruk.

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 460 kali
sejak tanggal 10-12-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat