drh. Chaidir, MM | Hewan Penyabar | SABAR mudah diucapkan dan tak memerlukan biaya apapun untuk mengerjakannya. Sabar itu gratis. Bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Seperti apa binatangnya sabar itu? Menurut para ahli, sabar adalah wujud kemampuan  menahan diri  dari godaan menuruti syahwat dan dorongan nafsu.
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Hewan Penyabar

Oleh : drh.chaidir, MM

SABAR mudah diucapkan dan tak memerlukan biaya apapun untuk mengerjakannya. Sabar itu gratis. Bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Seperti apa binatangnya sabar itu? Menurut para ahli, sabar adalah wujud kemampuan menahan diri dari godaan menuruti syahwat dan dorongan nafsu. Nafsu itu spektrumnya sangat luas. Keinginan yang berlebihan untuk meraih kekuasaan, harta benda, terkenal secara instan, adalah nafsu.

Menahan diri untuk tidak mengeluh, marah, mengumpat, adalah sabar. Padahal yang namanya tahta, harta, dan wanita, yang sering diistilahkan sebagai '3 TA' itu enak dan enak sekali. Sementara sabar dan kesabaran mengingatkan kita untuk menjauh dari sesuatu yang 'enak dan enak sekali' itu. Sabar itu menurut manusia tidak boleh ada batasnya. Tapi, praktiknya sulit. selalu tidak mudah untuk direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Manusia cenderung hipokrit alias munafik alias pura-pura baik.

Perilaku manusia itu sering menjadi bahan tertawaan, baik oleh manusia yang mencoba menertawai dirinya sendiri, maupun juga konon, menjadi bahan tertawaan di dunia hewan. Menurut bangsa hewan, hewanlah yang paling penyabar. Manusia justru suka marah, suka berbohong, dan suka memfitnah. Contohnya banyak. Buaya misalnya, hanya dikenal buaya sungai, buaya rawa atau buaya muara. Buaya darat tidak dikenal. Buaya darat itu adalah manusia yang berhidung belang. Buaya tidak termasuk dalam jenis manusia yang berhidung belang, buaya justru hewan yang setia dengan pasangannya.

Dalam sebuah pertemuan bangsa-bangsa hewan, perwakilan tikus tunjuk tangan untuk minta bicara. "Kami tidak marah digambarkan sebagai koruptor walaupun kami tidak pernah korupsi. Bahwa kami suka menggerogoti lumbung padi, itu memang pekerjaan kami, dan itu halal bagi kami." Ujar tikus tanpa marah-marah. "Bangsa kami juga difitnah ada yang berbulu ayam," musang menimpali, "padahal dari zaman nenek moyang kami, musang ya berbulu musang tidak pernah berbulu ayam."

"Kamilah yang paling penyabar." Ayam menimpali. "Setiap hari, ribuan bangsa kami disembelih, tapi kami tidak pernah berunjuk rasa. Seribu persen, kami tidak marah." Ujar ayam. Soal kesabaran, kuda bendi juga tidak mau kalah. Kuda bendi juga ternyata penyabar. Mereka tidak marah-marah walaupun tidak dapat penumpang setelah menunggu berjam-jam.

Pertemuan bangsa hewan tersebut menjadi ajang curhat. Babi dan anjing juga bercerita betapa seringnya nama mereka dipakai sebagai bahan ejekan. Diejek setiap hari, mereka tetap tidak marah, mereka tetap diam seribu bahasa. Anak babi pun tidak pernah menangis mengadu kepada ibunya karena diejek teman-temannya sebagai anak babi.

"Sabar, sabar dan sabar." Kata nyamuk. Nyamuk juga termasuk hewan yang penyabar dan pantang putus asa. Diusir, pergi, setelah itu datang lagi. Zebra juga menjadi hewan yang memiliki kesabaran yang tak ada batasnya. Tak ada istilah terburu-buru bagi zebra. Biar ditinggal pesawat atau kereta api sekali pun, mereka tetap sabar mengecet tubuhnya sampai berbelang-belang dengan sempurna.

Itu cerita. Dalam dunia nyata, serigala yang dikenal buas dan menyeramkan ternyata memiliki insting kesabaran. Para ilmuwan perhewanan sudah lama melakukan observasi. Serigala tidak memiliki kekuatan seperti singa, dan tidak secepat citah dalam berburu. Serigala tidak seperkasa buaya dalam menyikat mangsanya. Tapi kelemahan itu, ditutupi dengan kesabaran. Serigala sangat sabar mengamati sekelompok bison calon mangsanya, untuk menentukan bison mana yang paling lemah atau terpisah dari kelompoknya. Serigala bisa mengamati targetnya selama 10 hari dan kemudian dengan sabar menggiring targetnya. Serigala bisa berlari marathon mengejar mangsanya sejauh 180 km. Setelah mangsanya berhasil ditangkap, serigala bersabar pula antri menunggu giliran makan sesuai umur, yang senior makan duluan. Dan yang lebih mengagumkan, serigala jantan akan membawa sebagian daging buruannya untuk serigala betina dan anak-anaknya, walaupun jauh. Dan daging yang dibawa tidak mereka korupsi di tengah jalan. Mengagumkan.

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 2696 kali
sejak tanggal 03-12-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat