drh. Chaidir, MM | Manu Gaga | LADY Gaga dan Manu Gaga, serupa tapi tak sama. Serupa, karena terlihat sama-sama menggunakan nama Gaga, tapi kedua makhluk ini tak ada hubungan sanak famili sama sekali, apalagi disebut berada dalam satu dinasti. Lady Gaga penyanyi pop Amerika keturunan Italia, sedangkan Manu Gaga asli keturunan Bug
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Manu Gaga

Oleh : drh.chaidir, MM

LADY Gaga dan Manu Gaga, serupa tapi tak sama. Serupa, karena terlihat sama-sama menggunakan nama Gaga, tapi kedua makhluk ini tak ada hubungan sanak famili sama sekali, apalagi disebut berada dalam satu dinasti. Lady Gaga penyanyi pop Amerika keturunan Italia, sedangkan Manu Gaga asli keturunan Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Kalau ada kesamaannya, itu karena keduanya sama-sama mengandalkan suara sebagai keunggulan kompetitifnya.

Lady Gaga menyanyi dan menciptakan lagu, sementara Manu Gaga menjual ketawa. Hanya ketawa, tak ada yang lain Tapi dalam hal ketawa, Manu Gaga dijamin unggul dari Lady Gaga. Sebab hanya dengan suara ketawa saja, Manu Gaga sekarang memiliki banyak penggemar dan menghasilkan uang. Tinggal pilih mau suara bernuansa dangdut, nuansa slow, atau bahkan bagi yang suka film horor, ada pula suara ketawa tipe kuntilanak. Sementara Lady Gaga, kecuali beberapa lagunya seperti Poker Face, Bad Romance, Born This Way, Paparazzi, Just Dance, Love Game, dan lain-lain, belum pernah terdengar berhasil menjual ketawanya.

Manu Gaga tak mungkin menyanyikan Bad Romance atau Born This Way seperti yang dinyanyikan Lady Gaga. Manu Gaga hanya bisa tertawa berirama slow atau dangdut. Sebab, Manu Gaga adalah Ayam Gaga alias Ayam Ketawa. Manu Gaga adalah ayam buras alias ayam kampung asli. Disebut ayam ketawa, karena Ayam Ketawa ini memang bisa ketawa. Suara kokok Ayam Ketawa ini unik seperti layaknya suara ketawa manusia pada umumnya. Ayam Ketawa disebut-sebut bisa membawa hoki bagi pemiliknya, hoki bisa ikut-ikutan ketawa, gembira, dan hoki karena memang Ayam Ketawa adalah ayam langka, yang harganya menggiurkan. Seekor Ayam Ketawa yang pernah masuk nominasi apalagi tampil sebagai pemenang kontes ketawa, harganya bisa mencapai Rp 50juta, bahkan ada yang mencapai ratusan juta rupiah.

Ayam Ketawa ini berasal dari daerah Sidrap, Sulawesi Selatan. Oleh karena itu disebut dalam bahasa Bugis, Manu Gaga, yang berarti ayam yang tergagap-gagap. Sebenarnya, Manu Gaga alias Ayam Ketawa ini memiliki perawakan, warna bulu serta karakter yang hampir menyerupai ayam kampung Indonesia pada umumnya. Bedanya, suara kokok Ayam Gaga terdengar seperti orang ketawa. Ayam Ketawa ini dahulu konon dipelihara oleh bangsawan keraton Bugis sebagai simbol status sosial. Namun sekarang pembiakannya tidak hanya di Sulawesi Selatan, di Jawa pun pengembangbiakannya kian meningkat. Bahkan para peternaknya sudah mampu meracik makanan serta vitamin khusus guna menjaga kualitas suara ayam ini.

Melihat perkembangan animo penggemar, Ayam Ketawa sudah diperjuangkan oleh pihak Pemerintah Sulawesi Selatan untuk dipatenkan sebagai warisan budaya Suku Bugis-Makassar. Sebab dari daerah asalnya, Ayam-ayam Gaga itu sudah ada jenis-jenisnya yang khas. Ayam Ketawa Bakka, misalnya, adalah Ayam Ketawa berwarna dasar putih mengkilap dihiasi warna hitam, orange, merah dan kaki hitam atau putih. Lappung adalah Ayam Ketawa berwarna dasar bulu hitam dengan merah hati dan mata putih. Ceppaga, Ayam Ketawa dengan warna dasar hitam dihiasi bulu hitam dan putih, ditambah totol putih di badan sampai pangkal leher serta kaki berwarna hitam. Lainnya adalah jenis Koro, berwarna dasar hitam dihiasi hijau atau putih dan kuning mengkilap, serta kaki kuning atau hitam.

Ikhtiar mematenkan Manu Gaga alias Ayam Gaga alias Ayam Ketawa sebagai warisan budaya Suku Bugis-Makassar patut didukung sebelum Ayam Ketawa tersebut kelak jadi Ayam Ketawa Bangkok. Bila berubah jadi Ayam Ketawa Bangkok, maka Ayam Ketawa itu akan menertawakan kita, sementara kita hanya bisa marah-marah. Kukuruyuuuuk…..

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 651 kali
sejak tanggal 06-11-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat