drh. Chaidir, MM | Kucing vs Harimau | SETELAH istilah
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Kucing vs Harimau

Oleh : drh.chaidir, MM

SETELAH istilah "cicak vs buaya" tak lagi terdengar, kini muncul "kucing vs harimau". Ungkapan itu tentulah sebuah kiasan untuk menggambarkan pertarungan yang sama sekali tidak seimbang. Cicak 1000 persen pasti kalah melawan buaya, kucing 1000 persen pasti takluk dicakar harimau. Andai buaya dan harimau tak mengumbar kebuasannya, mereka mestinya tak perlu ambil pusing dengan cicak dan kucing.

Kucing vs harimau kini sedang hangat diperbincangkan. Klik saja tuan google di internet, dalam tempo beberapa detik kita akan memperoleh sejumlah informasi. Sebenarnya, harimau dan kucing termasuk dalam species yang sama. Harimau disebut jenis kucing terbesar dari spesiesnya. Atau sebaliknya, kucing adalah harimau terkecil dari speciesnya. Harimau juga disebut sebagai kucing tercepat kedua dalam hal berlari, setelah cheetah. Namun demikian, meskipun berasal dari keluarga yang sama, harimau berbeda dengan kucing, harimau sangat suka berenang, dan pada dasarnya kucing takut dengan air. Kucing mengeong, suaranya tak bikin takut, sementara harimau mengaum menyeramkan.

Kucing dan harimau memang berada dalam satu keluarga, maka seperti diceritakan dalam dongeng, asal mulanya, kucing adalah guru bagi harimau. Sang murid, harimau, sebenarnya hampir mirip dengan Kucing, namun berperawakan besar dengan tubuh berwarna oranye dan dihiasi garis-garis loreng yang berwarna hitam, Taringnya besar dan tajam dan terlihat seram. Mereka sangat akrab dan saling menyayangi satu sama lain. Kucing dengan sabar mengajari harimau keahlian untuk berburu makanan di hutan. Harimau dengan suka cita dan penuh semangat menimba ilmu dari gurunya. Sang murid diajari oleh sang guru cara bagaimana mengintip mangsa dari balik semak belukar dengan sabar tanpa suara bahkan satu ranting pun tak boleh patah terinjak.

Harimau belum mewarisi ilmu kesabaran yang diajarkan oleh kucing. Harimau dikenal cepat sekali naik darah. Namun kucing tetap sabar dalam mengajari harimau agar bisa menjadi sosok yang mandiri. Ketika harimau belum menguasai dengan sempurna ilmu yang diajarkan oleh kucing dalam berburu mangsa, maka untuk sementara kucinglah yang setiap hari memberi makan harimau dengan berburu tikus dan binatang kecil-kecil di hutan. Kucing tak pernah mengeluh memberi makan harimau, muridnya. Kucing ikhlas melakukannya.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, waktu demi waktu berlalu. Harimau sekarang sudah mahir berburu dan mampu mandiri mencari mangsa. Harimau pun tak pernah lagi bertemu dengan sang guru. Suatu ketika harimau bertemu dengan kucing. Harimau sudah berubah. Dengan kasar dia minta kucing untuk mengajarinya ilmu yang terakhir yang belum dia peroleh dari kucing, yakni ilmu memanjat pohon supaya dia bisa menangkap kera, burung dan tupai. Kucing terkesiap. Menangkap gelagat sang murid tak lagi santun dan bersahabat, bahkan kini berbahaya, kucing menolak mengajari harimau memanjat. "Aku sudah cukup banyak memberimu ilmu." Kata kucing. Harimau marah alang kepalang dan tanpa pikir panjang, langsung menerkam sang kucing. Namun kucing yang sudah siaga satu secepat kilat menghindar dan langsung dengan gesit memanjat pohon. Harimau tidak bisa memanjat. Maka kemudian, dia menunggu berhari-hari di bawah pohon dan kucing duduk dengan tenang di dahan pohon.

Akhirnya, karena kelaparan dan harus berburu mangsa, harimau memaksakan sebuah perjanjian dengan kucing. Kucing harus pergi meninggalkan kawasan hutan. "Bahkan aku tak lagi mau tercium bau kotoranmu, bila kita berjumpa kau akan kuterkam." Ujar harimau dengan sangar. Kucing pun setuju. Dia segera pergi meninggalkan kawasan hutan, dan setiap kali buang kotoran, kucing selalu menimbunnya dengan tanah supaya harimau tak mencium baunya sampai sekarang. Hadeeeh....

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 7300 kali
sejak tanggal 29-10-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat