drh. Chaidir, MM | Diet Cacing | HIDUP ini bagai roda pedati. Sang senior memulai wejangannya. Senantiasa berputar, adakalanya di bawah, adakalanya di atas.
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Diet Cacing

Oleh : drh.chaidir, MM

HIDUP ini bagai roda pedati. Sang senior memulai wejangannya. Senantiasa berputar, adakalanya di bawah, adakalanya di atas. "Kalian tahu yang namanya serangga? Berbagai jenis serangga, dulu dianggap hama oleh makhluk yang bernama manusia, tapi sekarang serangga diolah menjadi makanan yang bergizi, kenapa, karena manusia itu kekurangan pangan."

"Ooh.."
"Sekurang-kurangnya, FAO yang berpusat di Roma, Italia, menyebut, bahwa serangga akan menjadi makanan populer di masa depan. Dalam salah satu laporannya, FAO mengatakan, serangga mengandung banyak protein dan rendah lemak. Dengan makan serangga kita dapat membantu melawan pemanasan global, polusi, kelaparan. Usaha rakyat/usaha kecil juga akan terbantu. Sekitar dua milyar orang akan makan serangga sebagai makanan sehari-hari. Serangga apa saja yang dianjurkan oleh FAO? Dalam laporan tersebut disebutkan lebih dari 1.900 species serangga yang dapat dimakan. FAO menyarankan agar masyarakat mencoba semut merah, belalang, ulat, lebah, dan beberapa serangga lain (Harian Kompas 15/5/2013 halaman 10)" Sang senior melanjutkan.
"Apa hubungannya dengan kita, bangsa kita kan selalu di bawah?" Cacing muda kritis.

"Nah dengar baik-baik. Betul, kita bangsa yang hina. Kita pemakan bangkai-bangkai manusia dan hewan yang mati dan dikubur dalam tanah. Coba ingat film Nagabonar. Katanya, sudah kubilang jangan bertempur, sekarang mati kau dan kau dimakan cacing."
"Tapi itu dulu, hai saudara-saudara mudaku."
"Sekarang?" cacing muda tak sabaran.

"Sekarang, roda kita sedang di atas. Sebagian kalangan di negeri maju sana yang badannya gemuk, sengaja memelihara kita dalam ususnya, terutama cacing pita. Kita ditelan agar berkembang biak di usus mereka, agar mereka jadi kurus. Semua makanan yang enak-enak yang masuk ke perut mereka kita makan. Mereka menyebut diet cacing."

"Kalian dengar, ada seorang wanita di Negara Bagian Iowa, Amerika Serikat, yang identitasnya dilarang dipublikasikan, membeli cacing melalui internet dan langsung menelannya atas saran dieter (pakar diet). Dieter itu menyarankan agar ia menelan cacing pita, dengan maksud agar cacing itu menghabiskan lemak di tubuhnya."

"Hebat kan kita? Untuk mengurangi berat badan mereka melakukan cara yang sangat ekstrim. Salah satunya adalah "Tapeworm Diet" alias diet cacing pita. Diet ini dilakukan dengan menelan cacing pita dan membiarkannya berkembang dalam tubuh. Meski terdengar mengerikan dan aneh, nyatanya banyak orang, dan mungkin semakin banyak, yang berani melakukan diet ini." Cacing senior memberi wejangan berbinar-binar.
"Prospeknya bagus bagi kita, kan?"

Sang senior melanjutkan. "Pada tahun 2009 di Hongkong ada seorang, yang juga tak mau disebut namanya, menelan telur cacing pita raksasa demi menurunkan berat badan. Selain itu, pil berisi cacing pita atau telur cacing pita, sekarang dijual secara bebas di Meksiko."

Tak seperti bangsa serangga yang ketakutan dimangsa manusia, bangsa cacing malah senang ditelan manusia. Walau banyak pakar kesehatan menyebut diet cacing itu sangat berbahaya. Memelihara cacing pita dalam tubuh sangat berisiko, dapat menyebabkan berbagai efek samping yang tidak diinginkan, termasuk kematian.

Seperti diberitakan www.merdeka.com, kebanyakan pil yang dijual adalah cacing pita berjenis Taenia saginata yang bisa tumbuh hingga 30 kaki (sekitar 10 meter) dalam tubuh. Parasit ini menggunakan alat semacam kait kecil untuk bertahan dalam usus dan mengonsumsi semua nutrisi yang dimakan manusia. Secara teknis cara ini memang bisa mengurangi berat badan, namun bisa menyebabkan berbagai ancam komplikasi dalam tubuh.

Meski bisa menurunkan berat badan namun cara ini sangat berbahaya. Sebaiknya jangan coba-coba melakukan diet aneh ini. Takuuuut….

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 438 kali
sejak tanggal 24-09-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat