drh. Chaidir, MM | Persahabatan Seekor Singa | PENYANYI Sindentosca boleh menyebut persahabatan itu indah ibarat kepompong. Berteman sebagai ulat kemudian mengalami metamorfosis menjadi kepompong, dan kemudian mengalami metamorphosis lagi menjadi kupu-kupu yang bersayap indah dan bisa terbang menari. 

Maksudnya, persahabatan itu dari semula b
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Persahabatan Seekor Singa

Oleh : drh.chaidir, MM

PENYANYI Sindentosca boleh menyebut persahabatan itu indah ibarat kepompong. Berteman sebagai ulat kemudian mengalami metamorfosis menjadi kepompong, dan kemudian mengalami metamorphosis lagi menjadi kupu-kupu yang bersayap indah dan bisa terbang menari.

Maksudnya, persahabatan itu dari semula biasa-biasa saja, bisa berkembang menjadi indah. Bisa menjalin kerjasama yang saling menguntungkan, membangun simbiosis mutualisme walau berbeda bangsa. Tetapi dalam kehidupan manusia sebagai zoon politikon, apalagi dalam wilayah kehidupan politik, berlaku juga sebuah adagium, tak ada permusuhan dan persahabatan abadi, yang abadi adalah kepentingan.

Tapi dunia hewan menghadirkan banyak "guru" kehidupan. Ada yang memberi contoh yang tak baik ada pula yang memberi contoh baik. Keberadaan hewan adalah anugerah bagi ekosistem di dunia, sekaligus juga "guru" tentang kebaikan dan keburukan. Terserah manusia si makhluk pemikir untuk memaknainya. Demikian juga dalam hal persahabatan.

Instink ikatan persahabatan antara hewan dan manusia sangat menarik untuk diamati. Tak jarang hewan hidup berdampingan dengan manusia. Ada banyak catatan mengharukan tentang ikatan persahabatan tak biasa tersebut, betapa hewan piaraan yang dipelihara dengan penuh perhatian dan kasih sayang memberikan kesetiaan dan kasih sayang tak bersyarat kepada sang majikan.

Deny Arya Wiranata (22/11/2010), menulis dalam dwa-xp.blogspot.com. Kisah nyata ini terjadi pada tahun 1970-an, seekor singa bernama Christian menggemparkan dunia. Singa yang terkenal buas, ternyata memiliki sisi lembut seperti halnya manusia. Mereka juga punya kasih sayang, ingatan, rasa rindu, dan tentunya kesetiaan. Bayi singa tersebut menjadi korban kejahatan pemburu. Pada tahun 1969, Anthony Bourke dan sahabatnya, John Rendall, terkejut ketika menemukan seekor singa berusia 6 bulan di sebuah pasar hewan piaraan di Inggris.

Kedua sahabat tersebut kemudian membeli bayi singa untuk dirawat di rumah. Mereka memberi nama bayi singa itu Christian. Mereka bertiga tinggal di sebuah rumah di London dan memperlakukan Christian layaknya sahabat. Mereka bermain bola bersama, nonton bersama, dan jalan-jalan bersama. Jalinan persahabatan mereka tak bisa terpisahkan.

Sembilan bulan berlalu, Christian tumbuh menjadi singa dewasa. Lingkungan sudah tidak cocok lagi dengan Christian. Tetangga sekitar takut. Meski sedih, Anthony dan John akhirnya mengembalikan Christian ke hutan Kenya, Afrika.

Setelah satu tahun berpisah, Anthony dan John memutuskan untuk mengunjungi Christian di Afrika. Ahli singa dan pengurus hutan di Afrika melarang mereka, karena Christian sudah menjadi singa liar dewasa yang tentu saja akan sangat membahayakan. Tapi Anthony dan John tak peduli. Mereka percaya persahabatan yang terjalin sudah sangat dalam. Seorang teman mereka merekam momen spesial tersebut.

Setelah berjam-jam mencari, mereka akhirnya bertemu Christian di sebuah pegunungan. Teman Anthony dan John yang merekam kejadian tersebut menahan nafas saat melihat sosok singa besar berlari ke arah mereka. Hanya Anthony dan John saja yang bersikap santai seolah menyambut teman lama.

Christian ternyata tidak melupakan Anthony dan John. Singa besar itu justru merasa senang. Ia bergantian memeluk, mencium Anthony dan John, seperti kebiasaan mereka dulu. Mereka bercengkarama beberapa jam, sebelumnya akhirnya berpisah lagi.

Ikatan hubungan persaudaraan instan yang dibingkai dalam agenda politik, seringkali berakhir dengan mengecewakan salah satu pihak. Persahabatan pun berubah menjadi perseteruan. Maka nasihat orang bijak patut kita renungkan, jangan terlalu menyayangi seseorang karena suatu saat akan menjadi orang yang kamu benci dan jangan terlalu membeci seseorang, suatu saat ia akan menjadi orang yang kami sayangi.

Singa yang buas saja mampu memberi kesetiaan dan kasih sayang tak bersyarat. Kita?

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 1345 kali
sejak tanggal 03-09-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat