drh. Chaidir, MM | Pesan Perdamaian Tekukur | PERDAMAIAN secara universal banyak disimbolkan oleh merpati putih yang terbang dengan ranting zaitun di paruhnya. Konon burung merpati adalah burung yang pertama kali dilepaskan dari bahtera saat banjir besar surut di jaman Nabi Nuh. Merpati putih juga dipilih sebagai simbol cinta dalam mitologi Yun
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Pesan Perdamaian Tekukur

Oleh : drh.chaidir, MM

PERDAMAIAN secara universal banyak disimbolkan oleh merpati putih yang terbang dengan ranting zaitun di paruhnya. Konon burung merpati adalah burung yang pertama kali dilepaskan dari bahtera saat banjir besar surut di jaman Nabi Nuh. Merpati putih juga dipilih sebagai simbol cinta dalam mitologi Yunani Kuno. Aphrodite, sang dewi cinta dalam mitos tersebut sering digambarkan bersama merpati beterbangan di sekitarnya atau beristirahat di tangannya.

Namun beberapa catatan di negeri Cina yang sama tuanya dengan mitologi Yunani Kuno tersebut, juga menyebut, sebenarnya burung merpati adalah simbol perdamaian dan umur panjang yang diyakini oleh bangsa Cina sejak zaman Cina kuno. Konon orang Mesir juga memakai burung merpati sebagai simbol ketenangan. Adakah sekarang mitos merpati putih dengan ranting zaitun ini masih hidup di Mesir ketika negeri itu dilanda oleh Musim Semi hebat demokrasi yang mengundang aksi anarkis dengan banyak korban jiwa?

Burung merpati memang memiliki karakter yang menguatkan alasan dipilih sebagai simbol perdamaian secara universal. Burung ini tidak suka berkelahi antar sesama apalagi saling bunuh saat berebut makanan. Merpati juga tidak melawan ketika diserang pemangsa. Mereka tidak punya pertahanan diri, bila terancam mereka memilih terbang melarikan diri. Merpati juga merupakan burung yang romantis. Ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sang betina tertunduk malu. Merpati senantiasa setia terhadap pasangannya. Sifat ini menyebabkan merpati dipakai sebagai simbol cinta.

Namun sebenarnya, ada jenis burung lain yang lebih cool dibanding merpati, yang bila berada dalam kelompok besar suaranya agak bising. Burung tersebut adalah burung tekukur atau yang juga dikenal dengan derkuku. Tekukur termasuk satu rumpun dengan burung merpati, tapi bentuk tubuhnya lebih tirus dan ekornya lebih panjang dari merpati. Burung merpati berbadan lebih besar. Mungkin karena proses evolusi, sebab burung merpati sering hidup sebagai binatang peliharaan sementara tekukur cenderung hidup liar di alam. Dengan pola hidup tersebut merpati sering diberi makan yang cukup bahkan berlebihan oleh pemeliharanya.

Orang Inggris menyebut burung tekukur dengan nama "turtledove". Namun dalam kamus John M Echols dan Hassan Shadily , turtledove diartikan sebagai burung perkutut. Beberapa sumber menyebut, tekukur dan perkutut beda. Tapi kedua burung ini berfamili sangat dekat sehingga bisa disilangkan. Burung tekukur merupakan simbol dari kasih sayang abadi dan perdamaian. Tekukur juga dikenal sebagai burung yang setia. Dia hidup dengan pasangan yang sama. Jika Anda perhatikan, tekukur akan tampak selalu berduaan dengan tingkah laku yang manis, lembut, tenang, tidak ribut dan suaranya tidak kotor. Berbeda dengan merpati, meski juga dikenal hidup berpasangan, namun merpati cenderung membentuk kelompok besar, ribut serta banyak kotorannya.

Tekukur termasuk jenis burung yang hidup di darat dan biasanya mencari makanannya di padang rumput dan di ladang-ladang. Tekukur adalah burung pemakan biji-bijian rumput dan tumbuhan lain. Burung ini tidak suka hidup berkelompok, mereka lebih suka hidup bersendirian atau dengan pasangannya saja. Burung jantan bertubuh dan bersuara lebih besar untuk menyanyi guna memikat sang betina.

Manusia terlalu sibuk untuk menyimak keindahan kehidupan makhluk yang ada di sekitarnya. Perilaku instinktif tekukur yang hidup dalam cinta kasih sayang, penuh kelembutan, ketenangan, kedamaian, agaknya merupakan pesan yang luput dari perhatian.

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 1380 kali
sejak tanggal 27-08-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat