drh. Chaidir, MM | Bilik Asmara | NYAMUK tidak memerlukan bilik asmara untuk bercinta. Bilik asmara yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat itu, agaknya hanya ada di lapas, sebagai salah satu bentuk fasilitas kanalisasi kebutuhan biologis manusia. Bilik asamara itu antara ada dan tiada. Dikatakan ada, tak seorang pun mau men
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Bilik Asmara

Oleh : drh.chaidir, MM

NYAMUK tidak memerlukan bilik asmara untuk bercinta. Bilik asmara yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat itu, agaknya hanya ada di lapas, sebagai salah satu bentuk fasilitas kanalisasi kebutuhan biologis manusia. Bilik asamara itu antara ada dan tiada. Dikatakan ada, tak seorang pun mau mengaku telah menyediakannya. Dikatakan tak ada, fasilitas itu telah dirasakan manfaatnya oleh orang-orang yang memerlukannya.

Namun tanpa bilik asmara pun tak masalah bagi nyamuk untuk menemui kekasihnya. Nyamuk justru mewujudkan apa yang diimpikan dua insan yang dimabuk asmara: memadu kasih sambil terbang di awan. Apa yang dialami oleh nyamuk tak mungkin dilakukan oleh manusia kecuali dengan bantuan pesawat pribadi super mewah milik orang super kaya. Tapi nyamuk tidak demikian. Semiskin apapun nyamuk, mereka tetap bisa berduaan dengan pasangannya terbang di udara. Mimpi kali ye? Tidak. Ini bukan mimpi bukan pula hayalan.

Nyamuk, satu dari sedikit binatang yang disebut dalam kitab suci AlQuran, diciptakan oleh Sang Pencipta dengan diberi kemampuan bisa menikmati kenikmatan khusus dan unik. Nyamuk justru tidak bisa memadu kasih di bilik asmara, sebagus apapun biliknya disediakan. Manusia tak tahu persis untuk apa makhluk halus dan lembut itu diciptakan. Nyamuk dianggap makhluk yang tidak penting. Hanya pemain sepakbola Arsenal, Liverpool dan Chelsea yang baru-baru ini bertanding di Jakarta yang menganggap, mereka lebih kesulitan menghadapi nyamuk daripada melawan pemain-pemain Indonesia. Sekurang-kurangnya begitulah pers Inggris mencemooh pemain kita. Terrrlaaaluuu...

Namun, walau tidak penting, perilaku nyamuk ternyata menarik. untuk diteliti oleh para ahli. ternyata nyamuk itu sangat berarti untuk diteliti dan dipikirkan sebab di dalamnya terdapat tanda kebesaran Allah. Inilah sebabnya "Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu".

Seekor nyamuk jantan yang telah cukup dewasa untuk kawin akan menggunakan antenanya, organ pendengar-untuk menemukan nyamuk betina. Fungsi antena nyamuk jantan berbeda dengan antena nyamuk betina. Bulu tipis di ujung antenanya sangat peka terhadap suara yang dipancarkan nyamuk betina. Tepat di sebelah organ seksual nyamuk jantan, terdapat anggota tubuh yang membantunya mencengkeram nyamuk betina ketika mereka melakukan perkawinan di udara. Nyamuk jantan terbang berkelompok, sehingga terlihat seperti awan. Ketika seekor nyamuk betina memasuki kelompok tersebut, nyamuk jantan yang berhasil mencengkeram nyamuk betina akan melakukan perkawinan dengannya selama penerbangan. Sejoli ini berdekapan sambil terbang.

Perkawinan tidak berlangsung lama. Nyamuk jantan kemudian kembali terbang bersama kawan-kawannya. Nyamuk betina memisahkan diri dan secara naluri langsung mencari darah. Nyamuk betina memerlukan darah untuk perkembangan telurnya. Ketemu sapi, darah sapi yang mereka hisap. Ketemu kerbau mereka hisap darah kerbau, ketemu orang, darah orang dihisap. Nyamuk tak peduli walaupun orang itu kebetulan pemain professional sepakbola Inggris yang digaji milyaran rupiah per minggu. Orang berdarah biru atau berdarah merah, asal ketemu langsung dihisap. Tidak seperti nyamuk betina, nyamuk jantan tak memerlukan darah, mereka bahkan tak doyan darah seperti drakula. Nyamuk jantan hanya menghisap embun yang menempel di dedaunan. Oleh karena itu bisa dipastikan, nyamuk penghisap darah manusia itu tak perlu dilihat KTPnya, pasti berjenis kelamin betina.

Begitulah. Semua makhluk hidup di alam semesta ini diliputi oleh tanda-tanda yang menunjukkan kebesaran Sang Pencipta. Manusia dibekali akal budi dan ilmu untuk mempelajarinya.

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 390 kali
sejak tanggal 30-07-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat