drh. Chaidir, MM | Misteri Burung Ababil | PERNAH dengar burung ababil? So pasti sudah. Apalagi pembaca yang beragama Islam.  Dalam versi sejarah Islam, burung ababil disebut burung-burung yang terbang berkerumun, berbondong-bondong  membawa batu-batu kecil panas, dan dengan batu-batu panas yang dilontarkan, burung-burung ababil memporakpora
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Misteri Burung Ababil

Oleh : drh.chaidir, MM

PERNAH dengar burung ababil? So pasti sudah. Apalagi pembaca yang beragama Islam. Dalam versi sejarah Islam, burung ababil disebut burung-burung yang terbang berkerumun, berbondong-bondong membawa batu-batu kecil panas, dan dengan batu-batu panas yang dilontarkan, burung-burung ababil memporakporandakan pasukan Raja Abrahah, Gubernur Habsyi (Ethiopia) yang berkuasa di Yaman, yang menyerbu hendak menghancurkan ka'bah, pada tahun 571 M.

Menurut sejarah, sebelum pasukan Abrahah yang bengis, yang dilengkapi dengan pasukan gajah, masuk kota Mekkah, datanglah berbondong-bondong burung ababil sekonyong-konyong menyerang konvoi pasukan agresor. Seperti dikisahkan, masing-masing burung membawa tiga buah batu panas, satu dijepit dengan paruhnya, dua lainnya dicengkeram dengan kuku kakinya. Batu-batu panas tersebut dilontarkan oleh burung-burung ababil untuk menghancurkan pasukan Abrahah. Pasukan Abrahah melepuh, tubuhnya berlubang-lubang hancur seperti daun dimakan ulat.

Banyak penafsiran mengenai burung ababil ini, ada yang meriwayatkan burung besar sebesar unta, ada yang menyebut burung besar yang memiliki belalai dan buas, ada yang menafsirkan burung hijau, ada yang menyebut burung hitam dari laut, ada pula yang menafsirkan burung buas pemakan bangkai. Ada pula yang menyebutnya sebagai makhluk terbang. Kelompok yang terakhir ini punya argumentasi, disebut burung karena biasanya yang bisa terbang itu adalah burung, padahal makhluk tersebut belum tentu burung.

Pertanyaan naf kita adalah jika makhluk itu burung, burung jenis apakah gerangan? Apakah burung itu masih ada sampai sekarang yang secara endemik masih terdapat di jazirah Arab? Adakah ahli zoologi modern yang telah berhasil mengidentifikasi spesies, genus, familia, ordo, kelas atau filum-nya? Atau menemukan fosil burung ababil? Saya mencoba membalik-balik beberapa buku, bahkan juga bertanya kepada Eyang Google, tapi tak ditemukan nama Latin dari burung ababil. Lantas berasal darimanakah burung ababil? Termasuk kerajaan (Kingdom) makhluk apa sebenarnya burung ababil? Adakah anak-cucu-cicit burung ababil yang bisa kita lihat dengan mata kepala kita pada era sekarang?

Beberapa pendapat mengatakan bahwa burung itu burung laut yang terbang berbondong-bondong dari laut. Ada juga yang ngawur dengan menyebut burung tersebut adalah jenis burung pemakan bangkai yang sangat kelaparan, sehingga pasukan bersenjata Abrahah yang bengis pun tak lagi dipedulikannya. Tapi batu panasnya darimana? Pertempuran pasukan Abrahah dengan burung ababil bukan pertempuran satu lawan satu. Ada yang menyebut ababil bukan burung, ababil disebut secara simbolistik sebagai wabah atau bala yang diturunkan oleh Yang Maha Kuasa. Burung ababil diciptakan secara instan oleh Sang Pencipta Semesta Alam untuk menghancurkan pasukan Abrahah, ketika masyarakat Mekkah justru lari bersembunyi tak berdaya karena takut terhadap pasukan Abrahah. Oleh karena itu Anda akan sia-sia mencari species, genus, familia, ordo, kelas, filum, atau bahkan kerajaan atau domain dari makhluk yang disebut burung ababil tersebut. Burung itu misterius.

Tetapi menurut kitab suci Alquran, penyergapan pasukan Abrahah oleh burung ababil di tepi kota Mekkah itu, kisah nyata adanya. Kisah ini tak pernah dibantah oleh penduduk Mekkah, baik sebelum maupun sesudah risalah Islam dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Maka, cerna sajalah riwayat burung ababil sebagai sebuah misteri yang harus dipandang dalam semangat profetik, bahkan transendental. Sia-sia bila alam pikiran diselimuti oleh logika akademik zoological semata. Anda tak akan pernah menemukan dalam literatur manapun, seekor atau beribu-ribu ekor burung bisa mencengkram batu-batuan panas membara dan melemparkannya ke bawah. Semua rahasia alam. Selamat puasa Ramadan.

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 6948 kali
sejak tanggal 08-07-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat