drh. Chaidir, MM | Lebah Ratu | HATI-HATI, jangan pilih pemimpin lebai tapi pilihlah pemimpin lebah. Hanya beda satu huruf, secara fonetik pun hampir sama, tapi maknanya sangat jauh bertolak belakang. Pemimpin lebai adalah pemimpin yang jago ngeles, besar omong, dumeh, merasa bisa, pantang tak hebat, sengkuni, berlebihan, gila hor
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Lebah Ratu

Oleh : drh.chaidir, MM

HATI-HATI, jangan pilih pemimpin lebai tapi pilihlah pemimpin lebah. Hanya beda satu huruf, secara fonetik pun hampir sama, tapi maknanya sangat jauh bertolak belakang. Pemimpin lebai adalah pemimpin yang jago ngeles, besar omong, dumeh, merasa bisa, pantang tak hebat, sengkuni, berlebihan, gila hormat, gila seremonial, bakalaha, dan seperangkat atribut negatif kepemimpinan yang tidak efektif sebagaimana disebut Freeman dan Taylor dalam ilmu kepemimpinan.

Pemimpin lebah beda 180 derajat. Pemimpin lebah itu bersih, tidak merusak, produktif, unggul, tenang, mengandalkan kebersamaan dan persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi kehidupan lingkungannya. Walaupun koloninya terlihat simpang-siur, kacau ketika sedang terbang berada di luar sarang, tetapi sesungguhnya koloni besar itu bergerak dalam satu arah tujuan mengikuti pemimpinnya. Tidak ada satu pun lebah yang terbang menyendiri memisahkan diri dari koloninya.

Pemimpin lebah yang sering dikenal sebagai lebah ratu, memiliki strong leadership. Rakyat lebah taat dan patuh kepada pemimpinnya. Lebah ratu mengeluarkan perintah dan larangan. Lebah ratu mengatur urusan rakyatnya sebagaimana layaknya seorang raja mengurus rakyatnya. Bila ratu kembali ke sarangnya, ia akan berhenti di pintu sarang dan tidak akan ada seekor lebahpun yang mendahuluinya untuk melintas.

Uniknya, dari beberapa kajian hasil pengamatan yang berlangsung lama, lebah ratu ternyata dipersiapkan secara demokratis. Lebah rupanya penganut mahzab, pemimpin itu dibentuk (Leaders are made). Untuk membentuk calon pemimpin (lebah ratu) masyarakat lebah membuat sel sarang khusus untuk calon lebah ratu yang bentuknya tidak sama dengan rumah lebah biasa. Lebah kemudian meletakkan telur yang akan menjadi calon lebah ratu dan menyiapkan makanan khusus berupa royal jelly. Karena seluruh rakyat koloni lebah menginginkan pemimpin yang produktif, bijak dan mampu mengendalikan negerinya, seluruh rakyat ikhlas membesarkan dan ikhlas menerima dia sebagai calon pemimpinnya.

Lebah ratu beserta masyarakatnya memiliki landasan kehidupan yang jelas. Mereka hanya boleh hinggap di tempat yang bersih dan menghisap hanya yang bersih. Seekor Lebah hanya hinggap di pohon dan bunga pilihan. Lebah sangat jauh beda dengan lalat. Lalat sering kita temui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Lebah menghasilkan madu lebah yang baik untuk kesehatan manusia. Lebah tidak merusak bahkan tidak pernah mematahkan ranting yang mereka hinggapi. Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri, hebatnya, masing-masing mempunyai peran. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan berkoordinasi dengan teman-temannya untuk bersama-sama menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk memanggil teman-temannya agar membantu dirinya. Lebih mulia lagi, lebah bisa membantu proses pembuahan melalui penyerbukan silang. Dalam sebuah proses pembuahan yang berawal dari bunga, agar bisa menjadi buah, peran lebah adalah sangat penting.

Lebah hanyalah sejenis hewan, tetapi menarik untuk diteladani oleh para pemimpin kita. Seorang pemimpin yang rendah hati pasti memiliki kepribadian unggul. Kepribadian itulah yang membuatnya memiliki keistimewaan. Sehingga di mana pun ia berada, kemana pun ia pergi, apapun yang ia lakukan, peran apa saja yang ia lakoni akan selalu memberi manfaat bagi orang lain. Kita memerlukan kehadiran lebah ratu. Adakah pilihan alternatif dalam pemilihan gubernur kita?

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 509 kali
sejak tanggal 03-06-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat