drh. Chaidir, MM | Kucing Selalu Lupa | DALAM hal panjat-memanjat, kucing lebih jago dari tuannya. Jangan coba-coba menantang kucing memanjat pohon. Kemahiran kucing memanjat secepat kilat tidak usah diragukan lagi. Saratnya, sang kucing harus kepepet dikejar anjing galak, dan  di sekitarnya harus ada pohon yang agak besar dan tinggi. Kuc
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Kucing Selalu Lupa

Oleh : drh.chaidir, MM

DALAM hal panjat-memanjat, kucing lebih jago dari tuannya. Jangan coba-coba menantang kucing memanjat pohon. Kemahiran kucing memanjat secepat kilat tidak usah diragukan lagi. Saratnya, sang kucing harus kepepet dikejar anjing galak, dan di sekitarnya harus ada pohon yang agak besar dan tinggi. Kucing akan membuat musuh bebuyutan itu melongo, karena anjing belum pernah sekolah memanjat.

Tapi dalam hal turun dari pohon, manusia bisa mengalahkan kucing. Tidak masalah bagi kucing memanjat cepat tapi masalah baginya untuk turun dari pohon. Lazimnya begitu. Tetapi kejadian di New York, AS, hari Selasa 14 May 2013 beberapa hari lalu menggelikan. Seekor kucing, barangkali karena diburu anjing, berada di atas sebatang pohon setinggi lebih kurang 10 meter. Seorang polisi New York yang kebetulan berpatroli di sekitar TKP, merasa kasihan dan berusaha menolong kucing malang yang terkurung di atas pohon tersebut. Tanpa pikir panjang Pak Polisi jagoan kita langsung memanjat pohon dan dalam sekejap dia berhasil menangkap kucing dan kucing pun aman di tangannya. Namun masalah yang lebih berat kemudian muncul, sang polisi tiba-tiba merasa pening dan dia tak berani bergerak turun. Maka sang penolong dan kucing sama nasinya, tak beruntung, tak bisa turun dari dahan pohon. Polisi pemadam kebakaran pun terpaksa didatang ke TKP lengkap dengan mobil crane. Pak polisi dan kucing selamat diturunkan ke bumi. Evakuasi itu tentu saja menjadi tontonan beberapa warga di sekitar TKP. Seperti film kartun saja.

Sebenarnya kucing punya kekuasaan andalan pada kukunya. Entah bagaimana setiap kali memanjat pohon karena dikejar anjing, setiap kali kucing lupa menggunakan kekuasaannya itu ketika hendak turun. Kucing tidak punya kunci rumus untuk mengingat senjatanya. Kucing seperti kehabisan ide untuk menggunakan kukunya bila hendak turun dari pohon. Padahal kalau dia ingat senjata yang digunakannya ketika memanjat, keluarkan kuku yang tajam itu ketika hendak turun, maka dijamin kucing bisa turun perlahan-lahan dari pohon. Tapi itulah, kucing selalu lupa mengeluarkan senjata andalannya.

Sama seperti kuku harimau, kuku kucing juga memiliki ketajaman yang luar biasa. Senjata andalan tersebut seperti senjata rahasia, karena dapat disembunyikan pada ujung jarinya yang ditutup dengan kulit berbulu. Namun belum ada mitos yang menyebut kuku kucing sama seperti kuku harimau. Kuku harimau, menurut keyakinan orang-orang tertentu, konon memiliki kekuatan ajaib yang bisa mebuat orang yang memakainya mampu berlari secepat harimau.

Tapi bagi kucing, kukunya tak hanya berguna ketika memanjat pohon untuk menyelamatkan diri dari kejaran anjing. Kucing menggaruk-garuk batang kayu, juga untuk menunjukkan kekuatannya. Kucing termasuk hewan yang lebih suka sendiri daripada berkelompok. Kuku yang tajam akan digunakan untuk mempertahankan diri dan melemahkan musuhnya. Seperti halnya manusia, kucing pun bisa marah dan dia meluapkan emosinya dengan mencakar. Kuku bagi kucing juga digunakan untuk menandai daerah jajahannya. Telapak kaki kucing mengandung kelenjar keringat yang akan mengeluarkan keringat dan menguap ke udara untuk mengawal suhu badan si kucing. Telapak kaki kucing juga mengandung kelenjar bau. Apabila kucing mencakar, dia akan meninggalkan bekas fisik yang dapat dilihat oleh kucing lain dan kesan bau yang menandakan kawasan itu miliknya. Maka jangan heran, kucing suka sekali menggaruk daun pintu, kaki meja, lemari, dan di tempat lainnya.

Kucing juga menggaruk-garukkan kukunya kucing juga melakukan menikur pedikur (perawatan kuku) mencotoh kebiasaan tuannya. Hanya saja kucing tidak pergi ke salon kecantikan tetapi melakukannya di rumah tuannya. Yang jadi korban tentu saja daun pintu, kaki meja, almari dan sebagainya. Sayang sekali, kucing suka lupa menggunakan senjatanya ketika turun dari pohon. Atau karena malu-malu kucing?

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 1522 kali
sejak tanggal 28-05-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat