drh. Chaidir, MM | Membabi Buta | KENAPA anak babi jalan menunduk? Sebab dia malu, induknya seekor babi. Mestinya tak perlu malu, cuek aja lagee. Bukankah anak anjing juga memiliki induk seekor anjing? Atau anak keledai, induknya juga seekor keledai. Tapi anak anjing atau anak keledai berjalan dengan kepala tegak, walau stigma yang
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Membabi Buta

Oleh : drh.chaidir, MM

KENAPA anak babi jalan menunduk? Sebab dia malu, induknya seekor babi. Mestinya tak perlu malu, cuek aja lagee. Bukankah anak anjing juga memiliki induk seekor anjing? Atau anak keledai, induknya juga seekor keledai. Tapi anak anjing atau anak keledai berjalan dengan kepala tegak, walau stigma yang melekat pada nama mereka juga kurang sedap. Anak babi tidak perlu galau. Kebetulan saja diberi nama babi. Andai diberi nama kambing atau domba atau kerbau, bukankah ceritanya jadi lain?

Dalam ilmu tingkah laku hewan, babi dikenal sebagai hewan omnivora, pemakan semua, daging ok tumbuhan juga disantap, diramas juga boleh, tak masalah. Mentah atau dimasak sama saja, tak ada bedanya. Kandang babi sepuluh kali lebih bau daripada kandang kambing. Tetapi, barangkali tidak banyak yang tahu, babi sesungguhnya hewan yang polos, lugu, dan lucu. Karena sifat itulah di dunia barat babi sering dipakai sebagai ikon, dibuat lambang, dijadikan mainan boneka, kartun dan sebagainya.

Satu hal positif dari babi adalah, babi tak pandai menipu seperti kancil, atau malu-malu seperti kucing, babi juga tak pandai korupsi seperti homo sapiens, baik dalam pengertian sempit maupun luas. Babi memang biasa berebut makanan dengan teman-temannya, tapi itu diperbolehkan, tidak dilarang oleh undang-undang perbabian, bahkan oleh pengawas kandang babi pun, hal iu tidak dilarang. Jadi tidak ada pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, memperkaya diri sendiri ata pihak lain. Korupsi memang hanya dikenal dalam dunia zoon politikon. Apalagi bila korupsi itu dimaknai sebagai sesuatu yang busuk, rusak, memutarbalik fakta, berbohong, menyogok, atau tindakan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan sepihak oleh pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu secara tidak wajar dan tidak legal. Babi sama sekali tak pernah berpikir tentang itu semua, naluri babi sederhana saja, yaitu "MKMK" makan kawin makan kawin.

Akhir-akhir ini nama babi sering dibawa-bawa. Biangnya adalah koruptor. Perilaku koruptor disebut membabi buta. Membabi buta berarti berlaku seperti babi. Perumpamaan ini menyebabkan sekelompok babi-babi muda merasa kurang nyaman?

"Mengapa nama kita dibawa-bawa dalam masalah korupsi itu, Bu? Seekor anak babi bertanya kepada induknya.
"Itu hanya kiasan, anakku." Jawab sang ibu tenang.
"Tapi aku kan malu, Bu, kenapa tidak seperti gajah buta saja?"
"Sudah, sudah, jangan bawa-bawa bangsa lain, kita harus introspeksi."
"Bangsa kita yang tunanetra memang suka lari-lari kesana-kemari, nekat, tak peduli apa-apa, sruduk-sruduk ke segala arah, tak peduli kawan atau lawan semua disruduk. Mereka tak tahu aturan, tak bisa dikendalikan dan tak mau dikendalikan." Sang ibu memberi penjelasan.

Korupsi di kalangan bangsa manusia, konon sekarang sama seperti perilaku babi buta itu, tak ada takut-takutnya. Mengapa? Mungkin karena mereka tak dibuat jera.

fabel - Koran Riau 15 Januari 2013
Tulisan ini sudah di baca 805 kali
sejak tanggal 15-01-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat