drh. Chaidir, MM | Bila Murai Asyik Ngetwitt | SEKARANG terjawab sudah kenapa sarang burung murai tidak sebagus dan seindah sarang burung tempua. Sarang burung tempua dianyam dengan rancang bangun indah, terbuat dari bahan-bahan terpilih, sementara sarang burung murai dianyam seadanya. Tidak hanya segi keindahan, burung tempua juga pandai mengam
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Bila Murai Asyik Ngetwitt

Oleh : drh.chaidir, MM

SEKARANG terjawab sudah kenapa sarang burung murai tidak sebagus dan seindah sarang burung tempua. Sarang burung tempua dianyam dengan rancang bangun indah, terbuat dari bahan-bahan terpilih, sementara sarang burung murai dianyam seadanya. Tidak hanya segi keindahan, burung tempua juga pandai mengamankan sarangnya dari predator manusia yang selalu usil ingin mengambil sarangnya. Burung tempua selalu membuat pertimbangan cermat dengan menempatkan sarangnya pada pohon yang tinggi berduri atau pada dahan pohon yang ada penyengatnya. Dengan demikian siapa pun yang berani mendekat akan berurusan dengan penyengat.

Burung murai (nama latin Copsychus malabaricus) bukan arsitek seniman seperti burung tempua. Murai adalah seniman tarik suara. Murai adalah penyanyi. Bagi burung murai, berkicau nomor satu. Demikian asyiknya murai ngetwitt (berkicau) setiap hari, sampai-sampai urusan membuat sarang diketepikan. Andai Jack Dorsey, penemu teknologi komunikasi sosial twitter, mengenal kicauan burung murai sebelumnya, barangkali nama jejaring komunikasi social itu bukan twitter tetapi murai.

Sekarang perilaku burung murai semakin banyak saja ditiru manusia (manusia memang suka meniru tingkah laku hewan). Berkicau setiap hari. Sebelum tidur berkicau, bangun tidur berkicau, bahkan dalam mimpi pun berkicau. Substansi kicauan meliputi semua aspek IPOLEKSOSBUD HANKAM (maaf pinjam terminologi GBHN), kenyaringannya bervariasi. Yang sering nyerempet wilayah sensitive adalah kicauan politik. Kicauan politik justru seringkali kontra produktif dan menimbulkan kegaduhan politik. Demikian asyiknya berkicau, sampai lalai memikirkan kesejahteraan masyarakat, sesuatu yang seharusnya menjadi muara dari segala ikhtiar politik.

Menjelang Tahun Baru 2012 lalu, Presiden SBY bahkan sempat mengimbau kepada seluruh politisi maupun elit politik negara untuk menciptakan stabilitas politik nasional. Terutama tidak menimbulkan perpecahan, persaingan, dan kegaduhan politik secara berlebihan. Demokrasi, menurut Presiden SBY, tidak harus dengan konflik dan perpecahan berlebihan. Rakyat tidak ingin kegaduhan politik yang berlebihan di negara ini.

Kegalauan Presiden SBY terhadap kegemaran berkicau di kalangan elit dan politisi, terbukti dengan tingginya dinamika politik sepanjang 2012. Semua sisi pemerintahan dikicauin dan dikacauin. Padahal kita menyadari, kicauan yang berlebihan menyebabkan kita tak ubahnya seperti burung murai, merdu suaranya, tapi lupa bikin sarang. Akibatnya perdebatan demi perdebatan tak lagi menyentuh substansi program kesejahteraan rakyat, tapi bergeser demi kepentingan sempit. Tidak hanya lupa bikin sarang berupa landasan kesejahteraan yang kokoh, kicauan yang berlebihan juga membuat elit dan politisi tidak sensitive terhadap bahaya yang mengancam. Kenapa kita tidak meniru burung tempua saja? Burung tempua tidak pandai berkicau, tapi pandai membuat sarang yang aman dan nyaman.

fabel - Koran Riau 12 Desember 2012
Tulisan ini sudah di baca 1189 kali
sejak tanggal 12-12-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat