drh. Chaidir, MM | Naluri Keibuan Hewan | FOTO hasil jepretan wartawan Didik Herwanto yang dimuat halaman pertama Harian Riau Pos (3/12) kemaren pagi, memberi sentuhan yang amat mendalam. Seekor bayi trenggiling mendekap induknya seakan khawatir dipisahkan. Sang induk juga terlihat tenang menyadari sang anak ada bersamanya. Bayi trenggiling
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Naluri Keibuan Hewan

Oleh : drh.chaidir, MM

FOTO hasil jepretan wartawan Didik Herwanto yang dimuat halaman pertama Harian Riau Pos (3/12) kemaren pagi, memberi sentuhan yang amat mendalam. Seekor bayi trenggiling mendekap induknya seakan khawatir dipisahkan. Sang induk juga terlihat tenang menyadari sang anak ada bersamanya. Bayi trenggiling itu dilahirkan dalam karung tertutup yang disita oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dari penyelundup. Ketika karung dibuka, petugas melihat ada jari-jari kecil bayi trenggiling yang sedang menyusu sambil mendekap perut ibunya.

Kisah yang sangat menyentuh tentang naluri keibuan, yang banyak ditonton melalui media sosial, diposting oleh www.anamarzablog.com berupa sebuah rekaman video. Dalam video terlihat seekor leopard menangkap dan membunuh seekor baboon (kera besar buas di Afrika). Leopard tidak menyadari, rupanya ada bayi baboon yang mendekap perut induknya yang terbunuh. Tanpa disangka, naluri keibuan leopard menyebabkan ia memelihara dan menjaga anak baboon tersebut. Padahal leopard adalah hewan buas.

Pada episode lain, seperti dimuat dalam situs kebun binatang Samut Prakan Crocodile Farm and Zoo di Bangkok, seekor induk simpanse bernama Do Do yang menjadi penghuni kebun binatang tersebut memelihara seekor bayi harimau yang berumur dua bulan yang diberi nama Aorn. Dodo terlihat sangat menyayangi Aorn. Aorn duduk di pangkuan Do Do sambil diberi susu dalam botol dot oleh sang induk angkat.

Di Shrewsbury, Inggris, seekor induk ayam yang tidak memiliki anak, milik Edward dan Ros Tate, mengasuh anak anjing. Keluarga ini terkejut mengamati perilaku aneh induk ayam yang mengerami anak anjing, sehingga anak anjing merasa hangat dan nyaman dilindungi di bawah kepak sang induk ayam.

Ternyata oh ternyata, naluri keibuan tak hanya dimiliki oleh makhluk yang bernama manusia, hewan pun memiliki naluri yang sama, sayang pada anaknya. Naluri keibuan adalah fitrah, bahkan hewan buas pun memilikinya, tak peduli apakah sang induk dan sang anak berasal dari jenis yang sangat berbeda jauh (misalnya, yang satu adalah predator bagi yang lain), naluri keibuan tetap muncul. Oleh karena itu sangat menyedihkan bila manusia adakalanya tidak memiliki naluri keibuan untuk sesama jenisnya sendiri. Nasib tidak beruntung dan sangat menyedihkan, sebagaimana diberitakan berbagai media, dialami oleh seorang balita, Aini Junistisia (4 tahun). Ia akhirnya tewas di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2012), setelah empat hari koma karena diduga dianiaya Nurlena Amanda (26), ibu tirinya. Rasanya tidak bisa percaya, masih ada ibu tiri yang kejam seperti itu. Anak umur empat pasti tidak punya kekuatan untuk membela diri.

Kejadian tragis aksi kekejaman orang tua yang menghebohkan, terjadi hampir tiga puluh tahun yang lampau ketika Arie Hanggara (7 tahun) tewas dianiaya orang tuanya sendiri. Kejadiannya di Jakarta, akhir November 1984, Arie dituduh Santi, ibu tirinya, mencuri uang. Sebagai sanksinya, ia dipukul dan disiksa hingga tewas oleh orang yang seharusnya menyayanginya.

Manusia oh manusia, sering mengklaim sebagai makhluk paling sempurna apalagi bila sedang berada di kebun binatang. Tetapi bila berbuat dosa atau tertimpa musibah, manusia berhiba-hiba minta ampun kepada Sang Pencipta, mengaku sebagai makhluk yang penuh kekurangan. Agaknya kita harus banyak membaca, tak kecuali dari kearifan satwa.

fabel - Koran Riau 11 Desember 2012
Tulisan ini sudah di baca 1202 kali
sejak tanggal 05-12-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat