drh. Chaidir, MM | Lady Gagak | APA beda Lady Gaga dan burung gagak? Yang satu putih yang satu hitam kelam. Tapi siapa sangka keduanya tak hanya memiliki kemiripan nama, mereka ternyata memiliki kesamaan lain. Keduanya seniman. Lady Gaga yang memiliki 30 juta pengikut di Twitter membuat histeris pengagumnya di ibukota Argentina, B
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Lady Gagak

Oleh : drh.chaidir, MM

APA beda Lady Gaga dan burung gagak? Yang satu putih yang satu hitam kelam. Tapi siapa sangka keduanya tak hanya memiliki kemiripan nama, mereka ternyata memiliki kesamaan lain. Keduanya seniman. Lady Gaga yang memiliki 30 juta pengikut di Twitter membuat histeris pengagumnya di ibukota Argentina, Buenos Aires, Jumat (16/11/2012) pekan lalu. Tapi itu belum cukup. Seperti diberitakan, Lady Gaga melalui akun media sosialnya memberi hadiah kejutan berupa video singkat bagi para pengikutnya.

Begitulah gaya selebritis seniman, tak pernah kehabisan sensasi. Tapi kita tak akan mengeksplorasi lebih jauh tentang Lady Gaga, yang konsernya pernah ditolak di Indonesia karena citranya sering dikaitkan aksi-aksi panggungnya yang seronok tapi dianggap tidak senonoh. Ada makhluk lain, yang didongengkan sebagai seniman, dengan genre seni beda. Sama seperti Lady Gaga, seniman burung gagak, makhluk lain itu, juga mendapat stigma yang kurang bagus di masyarakat. Kehadirannya sering dianggap sebagai firasat kurang baik.

Menurut mitos yang berkembang di masyarakat umumnya, burung gagak yang berbulu hitam kelam mengkilat ini sering dikaitkan dengan berita atau kejadian buruk. Di Eropa, Gagak dipercaya sebagai burung peliharaan Penyihir. Di Indonesia, Gagak dianggap suatu pertanda akan ada kesulitan yang bakal timbul. Kehadiran burung gagak diartikan sebagai penjemput ajal. Bila gagak berputar putar di atas rumah, konon akan ada penghuni rumah yang akan segera meninggal. Gagak memang termasuk jenis burung yang paling suka makan bangkai. Tak peduli bangkai apa, pokoknya begitu ada bangkai, rombongan gagak akan langsung datang berbondong-bondong mengerubuti bangkai itu. Burung gagak mempunyai insting dan penciuman yang sangat tajam, sehingga dari tempat yang sangat jauh, berpuluh-puluh kilometer, mereka bisa datang bergerompol untuk menikmati makanan kesukaannya itu. Mungkin burung gagak ini punya grup BBM kali ya.. Ada pula mitos yang mengaitkan sate burung gagak dengan monster setan gendruwo. Disebutkan, salah satu cara untuk memanggil gendruwo adalah dengan membakar sate gagak, karena burung gagak adalah makanan kesukaan dan binatang peliharaan gendruwo. Ada-ada saja. Tapi, ada yang mau coba?

Di antara jenis jenis burung, gagak (Corvus typicus) diketahui mempunyai tingkat kecerdasan yang relatif tinggi. Seperti dimuat www.palingseru.com, burung gagak termasuk jenis burung yang bisa dikatakan cerdas. Peneliti Jepang berhasil mengungkap salah satu kemampuannya yang menyerupai manusia. Dalam percobaan dengan delapan gagak hutan, dua kontainer ditandai dengan simbol numerik 'dua' dan 'lima' pada tutupnya, kemudian ditempatkan dalam kandangnya dengan hanya container nomor 'lima' yang berisi makanan. Peneliti mengatakan, sebanyak 70% gagak ini mampu mengambil kotak yang benar. Tahun lalu, ilmuwan Utsunomiya University melaporkan, gagak mampu membedakan wajah pria dan wanita seperti ditulis UPI (www.inilah.com).

Dongeng bahwa gagak adalah seniman hebat, bermula dari cerita rakyat, bahwa yang melukis indah bulu burung kuau (Argusianus argus), sehingga kuau memiliki bulu yang sangat indah, bermotif batik coklat berkilauan adalah burung gagak. Alkisah sang seniman menawarkan diri untuk melukis bulu kuau. Kuau setuju. Gagak pun mulai pasang aksi unjuk kebolehan melukis. Dengan tinta warna warni dilukisnyalah bulu kuau menjadi sebuah mahakarya yang indah. Kuau sangat takjub akan keindahan bulunya. Setelah selesai melukis, burung gagak meminta burung kuau melakukan hal yang sama terhadap dirinya, seperti yang telah dicontohkannya. Burung kuau mulai dengan tinta hitam, namun sayang disayang, baru mulai melukis, tanpa sengaja tinta hitam itu tumpah sehingga mengenai seluruh badan burung gagak, jadilah burung gagak berwarna hitam kelam. Apa hendak dikata, nasi sudah jadi bubur. Gagak kecewa berat dan berteriak, "aaaak...aaaak..." (waduh...waduh...). Karena itulah sampai sekarang burung gagak hidup dalam penyesalan selalu berteriak sampai suaranya serak..."aaak...aaak....aaak"..... Nasib Lady Gagak......

fabel - Koran Riau 21 November 2012
Tulisan ini sudah di baca 957 kali
sejak tanggal 21-11-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat