drh. Chaidir, MM | Kuda Berkacamata | SEEKOR anak kuda bertanya pada induknya.
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Kuda Berkacamata

Oleh : drh.chaidir, MM

SEEKOR anak kuda bertanya pada induknya. "Bu, kenapa manusia itu kacamatanya di depan tidak di samping seperti Bapak?"
"Karena kacamata itu membantu mata manusia untuk melihat."
"Ooh...berarti, kalau tak ada kacamata manusia tidak bisa melihat?"
"Karena manusia itu rabun. Ada rabun jauh ada rabun dekat. Jadi mereka perlu kacamata."
"Berarti bapak rabun samping, ya Bu?" Desak sang anak.
"Bukan begitu sayang, bapakmu diberi kacamata supaya focus melihat ke depan."
"Fokus?"
Semakin dijelaskan sang ibu semakin muncul pertanyaan baru.
Suatu saat induk kuda bertanya pada suaminya, seekor kuda jantan gagah perkasa yang pekerjaan sehari-harinya menarik bendi.
"Pak, kenapa kacamatamu di samping, tidak di depan seperti Tuanmu?"
"Karena Tuan kita tahu tabiatku."
"Maksud lho?"
"Supaya aku tak bisa melihat gadis lain...ha ha ha.."
"Berarti Tuanmu bebas melihat gadis lain?"
"Husssh...sembarangan, itu bukan urusan kita."

"Makhluk sebangsa Tuan kita itu aneh. Bangsa kuda penarik bendi diberi kacamata, katanya supaya fokus melihat ke depan, tidak plirak-plirik, celalatan, maksudnya baik agar kita fokus bekerja. Memang tidak adil, karena mereka memakai kacamata justru agar mereka bebas melihat kemana-mana. Tapi akibatnya, mereka tidak fokus. Aku sering nguping bincang-bincang diantara mereka. Katanya, pemerintah sekarang sedang membangun gedung gasing termegah di dunia, untuk menyambut festival gasing internasional. Ada yang bilang pertandingan gasing itu cukup diadakan di lapangan, karena yang mengikuti festival itu suku-suku asli saja, seperti Suku Sakai, Suku Talang Mamak, Suku Kubu, Suku Anak Rimba, Suku Anak Dalam, dan sebagainya, tidak diperlukan gedung megah, tapi pemerintah bilang gedung itu penting untuk gengsi bangsa, semua harus mendukung." Sang Suami bercerita panjang lebar.

"Ada juga yang mengkritik pembangunan Gedung Gasing itu, alasannya, lebih baik buatkan kebun untuk suku-suku asli itu supaya mereka tidak terusir di tanah mereka sendiri. Tapi pemerintah bilang, jangan menggunakan kacamata kuda, gunakan 'helicopter view', kita harus melihat lebih luas. Aku pusing mendengarkan mereka. Kenapa kacamata kita dibawa-bawa?"

Memang dilematis, kacamata kuda itu bagus dalam arti fokus, tapi tidak bagus kalau maksudnya berpandangan sempit, hanya mengedepankan ego atau kepentingan kelompok. Bangsa kuda itu barangkali tidak paham, fokus itu penting untuk kepentingan yang lebih luas. Begitu lho, Kud!

fabel - Koran Riau 11 September 2012
Tulisan ini sudah di baca 1359 kali
sejak tanggal 12-09-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat