drh. Chaidir, MM |  Anak Ikan Juga Mudik | SIAPA bilang tradisi mudik hanya urusan orang-orang kota yang ingin pulang lebaran ke kampungnya. Beberapa jenis satwa juga punya tradisi mudik. Ada mudik dalam arti migrasi, seperti burung-burung yang eksodus dari utara ke selatan. Migrasi adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk meng
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Anak Ikan Juga Mudik

Oleh : drh.chaidir, MM

SIAPA bilang tradisi mudik hanya urusan orang-orang kota yang ingin pulang lebaran ke kampungnya. Beberapa jenis satwa juga punya tradisi mudik. Ada mudik dalam arti migrasi, seperti burung-burung yang eksodus dari utara ke selatan. Migrasi adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindar dari pengaruh ekstrim suatu musim. Tapi ada juga mudik dalam arti sesungguhnya, mudik dari arah muara ke arah hulu sungai.

Ikan air tawar di Batang Rokan misalnya, punya tradisi mudik secara harfiah. Sekali setahun anak-anak ikan sebesar jari dalam jumlah ton-tonan bergelombang mudik menantang arus Batang Rokan. Mereka tak peduli beting dan jeram. Mereka juga tak takut penduduk yang menghadang di sepanjang Batang Rokan yang siap menanti mereka dengan tangkul.

Berkwintal-kwintal anak ikan ini terjaring dalam tangkul, tapi berwintal-kwintal lainnya lolos ke arah hulu. Seakan ada pesan penting yang harus mereka sampaikan ke hulu Batang Rokan. Anak-anak ikan itu mudik bergelombang seperti ribuan sepeda motor yang mudik lebaran di tanah Jawa. Musim anak ikan mudik menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di kampung-kampung di sepanjang Batang Rokan.

Banyak jenis satwa yang melakukan ritual mudik. Ikan salmon di Samudra Atlantik juga melakukan ritual mudik menuju anak-anak sungai. Mereka rutin melakukan migrasi ke tempat kelahirannya meski mengarungi berbagai rintangan dan sering berujung pada kematian, ditangkap manusia, atau ditangkap beruang kutub dan sebagainya. Para ahli menyebut, satu-satunya motif mudik berbagai satwa tersebut adalah insting untuk mempertahankan kelangsungan populasi mereka.

Migrasi ikan adalah pergerakan perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain yang mempunyai arti penyesuaian terhadap kondisi alam yang menguntungkan untuk eksistensi hidup dan keturunannya. Ikan mengadakan migrasi dengan tujuan untuk pemijahan, mencari makanan dan mencari daerah yang cocok untuk kelangsungan hidupnya.

Berbeda dengan manusia yang melakukan ritual mudik lebaran karena dorongan rasa rindu sanak family, handai taulan dan kampung halaman, ikan mudik karena insting. Sebagian ahli menyebut ikan mampu melakukan migrasi untuk kembali ke daerah asal karena adanya bimbingan dari ikan yang lebih tua. Tapi ada juga yang menyebut ikan mudik karena bau perairan. Jenis ikan anadromous misalnya, mampu mudik ke daerah asal dengan melalui beberapa cabang sungai, kemampuan memilih cabang sungai yang benar diduga mereka lakukan dengan mengenali bau-bauan bahan organik yang terdapat dalam sungai. Memang sangat mengagumkan, ikan mampu menemukan kembali daerah asal mereka meskipun sebelumnya ikan tersebut menetas dan tumbuh di daerah yang sangat jauh dari tempat asalnya dan belum pernah melewati daerah tersebut, kemampuan ini diduga berasal dari faktor insting.

Ikan yang mudik predatornya adalah binatang buas dan manusia. Manusia mudik tak ada predator yang menghadang, Perjuangannya tak seberat perjuangan anak ikan. Amankah pemudik? Belum tentu, sebab dalam kerumunan itu ada penipu, pencopet, perampok, penghipnotis, pengemudi ugal-ugalan, semuanya dari jenis makhluk pemudik itu sendiri. Nasib.

fabel - Koran Riau 14 Agustus 2012
Tulisan ini sudah di baca 1573 kali
sejak tanggal 15-08-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat