drh. Chaidir, MM | Musang Ahli Nujum | CITRA musang di tengah masyarakat babak-belur. Itu tergambar dari beberapa peribahasa yang membawa nama musang. Orang jahat atau orang penipu yang pura-pura baik digambarkan dalam peribahasa,
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Musang Ahli Nujum

Oleh : drh.chaidir, MM

CITRA musang di tengah masyarakat babak-belur. Itu tergambar dari beberapa peribahasa yang membawa nama musang. Orang jahat atau orang penipu yang pura-pura baik digambarkan dalam peribahasa, "musang berbulu ayam." Pencuri yang pada siang hari tidak kelihatan, namun pada malam hari merayap berkeliaran mencari mangsa, disebut "hidup seperti musang."

Musang tidak suka tebar pesona, karena musang memang merupakan hewan malam (nokturnal) dan pemanjat yang baik. Di siang hari musang tidur di ceruk-ceruk pohon atau di atas loteng rumah, tapi pada malam hari diam-diam ia berkeliaran mencari mangsa. Sebenarnya makanan utama musang adalah biji-bijian dan buah-buahan, tetapi musang juga gemar makan ayam peliharaan.

Tapi sesungguhnya tak semua kehidupan musang suram. Ada juga sisi baiknya. Pencernaan musang secara fisiologis ternyata sangat singkat dan sederhana, sehingga biji-biji yang ditelannya keluar lagi hampir utuh. Dalam hal makan buah kopi, musang luwak pandai memilih biji-biji kopi yang terbaik. Nah biji-biji kopi pilihan musang ini setelah sedikit diproses melalui pencernaannya kemudian ia keluarkan, tentu saja melalui kotorannya. Dan tentu saja biji-biji kopi ini menjadi biji-biji kopi terbaik. Biji kopi yang sudah "diproses" oleh musang ini terkenal dengan istilah kopi luwak, yang harganya sangat mahal dan terkenal di seluruh dunia.

Kebaikan kedua musang adalah kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan hidup. Kebiasaan musang menebarkan kotorannya dimana-mana berupa biji-bijian yang hampir utuh sesungguhnya memiliki implikasi ekologis. Musang dikenal sebagai pemencar biji-bijian yang baik dan sangat penting peranannya dalam ekosistem hutan.

Siapa sangka musang juga memberi kontribusi dalam Piala Eropa 2012. Semenjak Piala Eropa digelar 6 Juni beberapa hari lalu, musang naik daun. Setidak-tidaknya itulah yang dialami oleh Fred, sang musang ahli nujum alias peramal. Fred, musang berumur tiga tahun yang sengaja dilatih di kebun binatang di Kharkiv, Ukraina, menjadi selebritis karena bisa peramal. Sebagaimana diberitakan, pada Jumat (8/6) saat pembukaan Piala Eropa, Fred mengawali debutnya. Selama beberapa menit ia mengendus-ngendus dua mangkuk berisi daging sapi segar. Dua mangkuk itu diletakkan di dekat bendera Polandia dan Yunani. Ia menolak makan, artinya laga berujung seri. Fred juga meramalkan pertandingan Denmark dan Jerman, di mana Denmark menang atas Belanda, Jerman menang atas Portugal, dan itu benar (Kompas, 14/6).

Sayangnya Fred tidak sepiawai Paul si gurita yang meramal sepuluh partai pertandingan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dengan tepat. Ramalan Fred kemudian banyak yang meleset, demikian juga ramalan Rocky, musang lainnya di London. Rocky salah meramal pertandingan Inggris vs Prancis. Rocky meramal Inggris menang, nyatanya draw 1-1. Namun, walau ramalan musang tersebut meleset, sejumlah orang bule di Eropa tetap saja percaya dengan ramalan musang tersebut.

Selama Piala Eropa 2012 banyak orang terutama penggemar sepakbola yang meniru musang, hidup seperti musang, siang tidur malam begadang.

fabel - Koran Riau 19 Juni 2012
Tulisan ini sudah di baca 1996 kali
sejak tanggal 20-06-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat