drh Chaidir SEMUT disimbolkan sebagai jari kelingking. Gajah disimbolkan sebagai jempol. Ukurannya jelas beda, kecuali orang gemuk, jarinya jempol semua. Nah, kalau dua orang sedang melakukan sut atau suten, atau mengundi dengan cara mengadu ja" alt="drh. Chaidir, MM | Ada Gula Ada Semut | Oleh drh Chaidir SEMUT disimbolkan sebagai jari kelingking. Gajah disimbolkan sebagai jempol. Ukurannya jelas beda, kecuali orang gemuk, jarinya jempol semua. Nah, kalau dua orang sedang melakukan sut atau suten, atau mengundi dengan cara mengadu ja" hspace="3" vspace="15"/>
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Ada Gula Ada Semut

Oleh : drh.chaidir, MM

Oleh drh Chaidir

SEMUT disimbolkan sebagai jari kelingking. Gajah disimbolkan sebagai jempol. Ukurannya jelas beda, kecuali orang gemuk, jarinya jempol semua. Nah, kalau dua orang sedang melakukan sut atau suten, atau mengundi dengan cara mengadu jari untuk menentukan pemenang, atau siapa yang memilih terlebih dulu, maka yang mengacungkan jempol kalah dengan orang yang mengacungkan kelingking.

Artinya, gajah yang badannya sebesar rumah kalah melawan semut yang tubuhnya sangat kecil. Alasan umum yang diketahui kenapa gajah kalah melawan semut, karena semut bisa masuk ke tinga gajah sedangkan gajah tidak bisa masuk ke telinga semut. Ya iyalah, telinga semutnya saja tak tahu dimana letaknya. Kalau semut masuk ke tinga gajah, gajahnya bisa mati kesakitan. Tapi alasan ini sesungguhnya terlalu dicari-cari, apa karena gajah telinganya lebar?

Alasan yang bisa dipertanggung jawabkan secara akademis ternyata ada. Berdasarkan hasil sebuah penelitian (swear!!), Meskipun ukuran tubuh relatif sangat kecil, semut adalah hewan terkuat kedua didunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat badannya sendiri. Bandingkan dengan gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Posisi pertama adalah Kumbang Badak dengan kemampuan menopang beban dengan berat 850 kali dari berat badannya sendiri. Bagaimana dengan manusia? Manusia mampu menopang beban dengan berat kira-kira tiga kali berat badannya sendiri. (Wikipedia.org)

Keunggulan semut tidak hanya itu, dalam hal kebersamaan, pembagian tugas, semut patut dicontoh manusia, sesama semut dewasa bahkan mereka saling berbagi makanan. Dalam agama Islam, semut dikenal selalu bertasbih. Umat Islam diperintahkan untuk tidak membunuh semut, berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah Muhammad bersabda bahwa, "Ada seekor seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi. Nabi tersebut lalu memerintahkan umatnya untuk mendatangi sarang semut kemudian membakarnya. Tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya, "Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih."

Dalam ajaran Kristen, umatnya diajarkan untuk meneladani semut. Baik dalam etos kerjanya maupun dalam ketaatan kepada pemimpin, ketekunannya dalam menghadapi rintangan, kepekaan terhadap sekitarnya serta kebersamaan hidup dalam koloninya. Kutipan salah satu ayat berbunyi,"Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makananannya pada waktu panen."

Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Seekor semut pekerja yang baru memasuki masa dewasa menghabiskan beberapa hari pertama mereka untuk merawat ratu. Setelah itu meningkat menjadi penggali dan pekerjaan sarang lainnya, dan kemudian mencari makan dan mempertahankan sarang. Mencari makan memiliki risiko kematian yang tinggi.

Namun semut punya kelemahan. Semut adalah makhluk yang paling hedonis di muka bumi. Gula adalah tujuan hidup mereka, dimana ada gula di situ ada semut. Bila ada gula, mereka akan berbondong-bondong menikmati manisnya gula, sampai mereka mati menanggung nikmat. Dalam hal mencari kenikmatan ini, manusia hanya beda-beda tipis dengan semut. Alamaaak.

fabel - Koran Riau 10 April 2012
Tulisan ini sudah di baca 2402 kali
sejak tanggal 11-04-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat

SEMUT disimbolkan sebagai jari" data-via="BungChaidir" data-lang="id" data-dnt="true">Tweet