drh. Chaidir, MM | Tomcat Selebritis | TOMCAT bukan sama dengan kucing dalam film kartun Tom & Jerry. Tomcat dan Tom bahkan tak ada hubungan sanak famili sama sekali. Tapi pekan ini Tomcat mengalahkan popularitas kucing Tom dalam serial Tom & Jerry itu. Tomcat ibarat selebritis, menyita pemberitaan media massa. Hebohnya mengalahkan berit
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Tomcat Selebritis

Oleh : drh.chaidir, MM

TOMCAT bukan sama dengan kucing dalam film kartun Tom & Jerry. Tomcat dan Tom bahkan tak ada hubungan sanak famili sama sekali. Tapi pekan ini Tomcat mengalahkan popularitas kucing Tom dalam serial Tom & Jerry itu. Tomcat ibarat selebritis, menyita pemberitaan media massa. Hebohnya mengalahkan berita Walikota Solo, Jokowi, atau Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, yang jauh-jauh merantau meninggalkan kampung halamannya mengadu nasib sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Tidak hanya di media cetak dan elektronik, Tomcat juga muncul sebagai primadona di BlackBerry Messeger (BBM), tidak hanya dalam bentuk foto narsis tubuhnya yang hitam kemerah-merahan atau merah kehitam-hitaman, tetapi foto dalam berbagai pose sebagai dampak akibat cairan yang berasal dari tubuhnya. Cairan Tomcat ternyata lebih hebat dari pijatan Mbah Erot yang bisa membesarkan benda-benda kecil. Ada foto kulit dan jari yang melepuh dan membengkak karena bersentuhan dengan Tomcat, tetapi juga ada foto yang diplesetkan. Seorang perempuan berkulit hitam memamerkan bokongnya yang super raksasa sebesar bokong gajah, foto itu diberi komentar: "Disengat Tomcat". Tapi yang lebih mengangetkan adalah foto perempuan kulit putih yang amat sangat gemuk, dengan komentar foto: "induk tomcat." Foto itu mewabah cepat dari satu BBM ke BBM lain, sama seperti wabah Tomcat yang diberitakan media massa. Foto itu tentu saja menebar tawa kemana-mana, dan menurut sumber yang layak dipercaya, hanya ada dua makhluk yang tidak ketawa melihat foto tersebut. Makhluk pertama orang sedang sakit gigi, makhluk kedua, orang gila. Saya sebetulnya menunggu foto apakah Melinda Dee juga tersengat Tomcat. Tapi sia-sia, foto yang dinanti tak kunjung tiba. Mungkin karena Melinda Dee tidur pakai kelambu seperti disarankan oleh Menko Kesra, Agung Laksono. Saya ingin ingatkan Jupe supaya hati-hati menjaga mahkotanya dari Tomcat, sebab bisa-bisa nanti rencana pernikahannya dengan seorang Ustadz sesuai permintaan mamanya, berantakan.

Tomcat dengan nama Latin Paederus riparius, sebenarnya bukan makhluk istimewa. Tomcat adalah serangga berukuran 7-8 mm atau lebih kurang sebesar laron. Tomcat tidak menguber atau menyerang manusia sebagaimana kesan pemberitaan di media massa. Tomcat tidak suka darah manusia seperti nyamuk atau pacet atau drakula. Tomcat itu bukan hewan yang menyengat dan  menggigit. Penyakit kulit yang membengkak dan melepuh terjadi karena cairan atau toksin dari Tomcat yang disebut Paederin. Dan cairan tersebut tidak akan keluar begitu saja, bukan seperti lebah yang menyengat lalu memasukkan cairan ke tubuh orang yang disengat. Tidak juga seperti nyamuk yang menggigit lalu memasukkan cairan ke tubuh manusia. Cairan Tomcat keluar dari perutnya bila Tomcat dipencet atau dibunuh oleh manusia.

Tomcat adalah serangga pemakan hama wereng coklat. Justru sebenarnya Tomcat adalah sahabat bagi petani padi karena ketika hama wereng coklat menyerang tanaman padi, yang menyebabkan petani putus asa, Tomcat berpesta pora pula menggasak hama wereng tersebut, sehingga petani sedikit banyak tertolong. Karena kegemarannya memakan hama wereng coklat maka habitat Tomcat adah di persawahan. Menurut para ahli semakin banyak hama wereng semakin cepat Tomcat berkembang biak.

Sesungguhnya Tomcat ditemukan di mana-mana, dan sudah sejak lama ada di persawahan kita. Orang kota saja yang membesar-besarkannya secara berlebihan. Tomcat yang ditemukan di Jawa Tengah kemudian di Jawa Barat dan di Jakarta, bukanlah Tomcat yang berasal dari Jawa Timur. Kendati awal populernya Tomcat berasal dari Jawa Timur, makhluk ini bukan seperti bonek, suporter Persebaya yang bisa menyerbu Jakarta. Tomcat itu memang sudah ada di daerah-daerah tersebut.

Faktor apa gerangan yang menyebabkan Tomcat membiak secara luar biasa? Sebagian ahli menyebut perubahan cuaca yang cukup ekstrim telah mendorong populasi sejumlah serangga tertentu berkembang dengan cepat, seperti kasus wabah ulat bulu yang belum lama ini juga sempat menghebohkan. Tah iya tah indak.

fabel - Harian Riau 26 Maret 2012
Tulisan ini sudah di baca 1681 kali
sejak tanggal 27-03-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat