drh. Chaidir, MM | Sepakbola Gajah | TERJAWAB sudah kenapa gajah merusak tanaman dan rumah penduduk di Mandau, Bengkalis, Riau. Kawanan gajah ini ternyata marah besar karena mereka dituding sebagai kambing hitam kekalahan telak Timnas PSSI 10-0 dari Timnas Bahrain, beberapa hari lalu.   Timnas PSSI yang
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Sepakbola Gajah

Oleh : drh.chaidir, MM

TERJAWAB sudah kenapa gajah merusak tanaman dan rumah penduduk di Mandau, Bengkalis, Riau. Kawanan gajah ini ternyata marah besar karena mereka dituding sebagai kambing hitam kekalahan telak Timnas PSSI 10-0 dari Timnas Bahrain, beberapa hari lalu. Timnas PSSI yang "lemot" (lemah otak) masak kami yang disalahkan, kata seekor gajah berang.

Gajah wajar gusar, entah bagaimana awal ceritanya, sepakbola gajah selalu diidentikkan dengan sepakbola negatif yang merugikan dunia persepakbolaan. Padahal gajah sudah berlatih keras untuk ikut-ikutan bermain sepakbola seperti yang diajarkan di pusat pelatihan gajah di Way Kambas. Apa karena gajah itu gembrot sehingga tidak bisa lincah menggiring bola seperti Messi atau Neymar bintang muda Brazil itu? Atau seperti bintang Timnas yunior Indonesia Andik Fermansyah yang dijuluki Il Nuovo Messi (Messi Baru) oleh media pers Italia?

Kalau terbukti Timnas Indonesia memainkan sepakbola gajah, itu berarti yang kedua kalinya Timnas Indonesia memainkan sepakbola gajah di tournament internasional. Dan itu sangat serius. Yang pertama terjadi pada tahun 1998 di Piala Tiger II (sekarang bernama Piala Asean Football Association AFF) yang dilaksanakan di Vietnam 27 Agustus-5 September 1998. Timnas Garuda Indonesia bertemu dengan Timnas Gajah Putih Thailand di pertandingan babak penyisihan. Kedua tim sudah dipastikan sama-sama maju ke semifinal. Di babak semifinal sudah menunggu tim favorit Vietnam dan tim non unggulan Singapura. Indonesia dan Thailand sama-sama berusaha agar kalah dalam pertandingan tersebut supaya terhindar bertemu Timnas Vietnam. Indonesia dan Thailand bukan mencari menang tapi justru mencari kalah. Pemain belakang Indonesia, Mursyid Effendi, memecah kebuntuan dengan mencetak gol ke gawang sendiri. Thailand pun tidak mau kalah, mereka juga menjebol gawangnya sendiri. Akibat memainkan sepakbola gajah, Indonesia dan Thailand dihukum oleh FIFA, dan Mursyid Effendi terkena sangsi tidak boleh bermain di pertandingan internasional seumur hidup.

Sepuluh tahun sebelum sepakbola gajah yang memalukan di Vietnam, Persebaya Surabaya pernah dituduh melakukan sepakbola gajah dalam kompetisi domestik ketika memenangkan kompetisi perserikatan pada 1988. Persebaya memainkan sepak bola gajah karena sengaja mengalah kepada Persipura Jayapura 0-12, untuk menyingkirkan musuh bebuyutan mereka PSIS Semarang. Taktik ini berhasil menyingkirkan PSIS Semarang dan Persebaya tampil sebagai juara perserikatan tahun 1988 dengan menyingkirkan PSMS Medan pada pertandingan grandfinal.

Sepakbola gajah sungguhan (gajah asli lho) pernah mempertemukan Tim Gajah Indonesia melawan Tim Gajah Malaysia (gajah-gajah ini adalah gajah-gajah Indonesia, yang dipakaikan atribut timnas kedua negara). Pertandingan sepak bola gajah sungguhan ini dilaksanakan di lapangan Yonif 509, Sukorejo, Jember, pada 26 Desember 2010 silam, pasca kekalahan timnas Indonesia melawan Malasyia di final Piala AFF 2010 di Jakarta. Hasilnya? Kalau Timnas (orang sungguhan) Indonesia kalah lawan Malaysia, Tim Gajah Indonesia ternyata menang melawan Tim Gajah Malaysia. Andai ada Piala Dunia sepakbola gajah, mungkin Indonesia berpeluang jadi juara. Lawan terberat tentulah Thailand, Nepal dan Arika. Tapi kita pasti bisa menghabisi juara dunia Spanyol, Italia, Jerman, Inggeris, atau Argentina, karena Negara-negara ini tidak memiliki gajah.

fabel - Koran Riau 13 Maret 2012
Tulisan ini sudah di baca 2473 kali
sejak tanggal 14-03-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat