drh. Chaidir, MM
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Suara dari Gedung Lancang Kuning | Bagian : 5

Tersanjung Ketika Dr. M, Menyebut Riau


Oleh : drh.chaidir, MM

Dari kejauhan gedung megah bertingkat 38 di pusat metropolitan Kuala Lumpur itu, memberi kesan kita seakan berada di Indonesia. Bendera merah putih kelihatan dominan di mana-mana. Dari dekat barulah kelihatan dengan jelas, di bagian tengah bendera merah putih itu ada lingkaran kuning bergambar keris berwarna hitam di tengahnya. Itulah bendera UMNO, sebuah partai politik terbesar, partai orang Melayu yang berkuasa di Malaysia.

Dalam 10 kali Pemilihan Umum yang telah diselenggarakan oleh negara jiran ini, semenjak tahun 1959 UMNO yang bergabung dalam koalisasi Barisan Nasional, selalu menang dengan single majority. Maka berdasarkan konstitusi Malaysia, siapapun yang menjadi Presiden UMNO dan Wakil Presiden UMNO akan langsung dilantik oleh Raja yang Dipertuan Agung menjadi Perdana Menteri dan Wakil Perdana Menteri Malaysia. Oleh karena itu timbul kesan di Malaysia, Perhimpunan Agung UMNO, lebih penting daripada pemilihan Umum. Asurnsi umum di negeri jiran itu, pemilu hanya akan menentukan berapa persen kemenangan UMNO, tetapi Perhimpunan Agung [PA] UMNO akan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Malaysia.

Kesan itu agaknya beralasan, sebab selama beberapa hari, semua surat kabar utama Malaysia, seperd Berita Harian, Utusan, The New Straits Times, The Sun, hampir 90 persen isinya hanya memuat pemberitaan sekitar PA UMNO. Semua petinggi Malaysia pun tumpah-ruah di gedung UMNO itu. Lantai I sampai dengan V penuh sesak, apalagi di aula Putra World Trade Center dimana acara pembukaan PA UMNO diselenggarakan. Hotel berbintang lima "Tan Pacific Hotel" yang berada dalam komplek gedung UMNO itu, juga dijejali oleh peserta dan pemerhati PA UMNO termasuk para pengembiranya. Pria umumnya memakai baju teluk belanga dan wanitanya memakai baju kurung. Warna merah putih, warna kebanggaan UMNO, merupakan warna yang dominan.

Mengenai warna merah putih ini, Datuk Zainal Abidin Zein, Wakil Mendagri Malaysia yang berasal dari Bagian Bagan Serai, Perak, saat makan malam bersama saya, menjawab santai, "Itulah tanda kita berkawan, jangankan bendera, dulu pun waktu kecil, saya dan kawan-kawan sebaya di Perak setiap hari menyanyikan lagu Indonesia Raya," ujar Datuk Zainal. Dia pun menyanyikan satu bait lagu kebangsaan kita itu dengan pas.

Sebagai seorang Wakil Mendagri Malaysia, Datuk Zainal Abidin Zein sebenarnya tergolong seorang pejabat penting, tapi menurut saya sikapnya sangat familiar, penuh dengan nuansa persaudaraan. Tidak ada kesan bahwa dia adalah sseorang pejabat tinggi. Yang menandakan dia orang terpandang adalah, Datuk Zainal Abidin disalami oleh banyak orang. Setiap orang yang melewati meja kami menyalaminya, dan Datuk Zainal selalu mengenalkan saya, "Ini YB [Yang Berhormat] Speaker Dewan Perwakilan Rakyat Riau," katanya.

Kesan persaudaraan yang Islami mi pula yang terpancar dari keagungan PA UMNO, dekorasi panggung utama dihias dengan ornamen Island; di latar belakang panggung ada 21 buah replika kubah masjid yang berwarna kuning keemasan terlihat megah. Di atas tulisan Perhimpunan Agung UMNO, di latar belakang, tertulis pula sepotong ayat suci Al Qur'an, "Wa'tashimu bihablillahi jami'a wala tafarraqu", lengkap tertulis dengan maknanya: "Dan berpeganglah kamu kepada tali agama Islam dan janganlah kamu berpecah belah".

PA UMNO diselenggarakan sekali dalam tiga tahun. Menurut catatan panitia, Perhimpunan Agung tahun 2000 ini adalah yang paling ramai dihadiri oleh anggota UMNO. Tidak kurang 4000 orang hadir dalam aula Putra World Trade Center pada upacara pembukaan pagi itu. Sementara di luar aula dan beberapa lantai di bawahnya juga dipenuhi oleh para penggembira yang tidak diperbolehkan masuk ke aula. Tapi untuk memuaskan mereka yang berada di luar aula, di lantai tiga di pasang sebuah monitor raksasa ukuran 3x5 meter.

Dalam kata pengantarnya, Sekjen UMNO, Tan Sri Khalil Yaakob, mengumumkan anggota UMNO per 31 Desember l999 adalah 2.813;625 orang meliputi 17.909 Cabang dan 165 Bagian. Setiap Bagian mengirim 12 Perutusan untuk PA UMNO yang dipilih melalui musyawarah tingkat Bagian. Dengan demikian maka yang mempunyai hak suara dalam PA tersebut adalah sejumlah 1980 Perutusan.

Ada dua alasan kenapa PA UMNO Tahun 2000 ini sangat meriah, pertama adalah karena PA pertama pada Alat baru, dan kedua, karena UMNO terlecut oleh hasil Pemilu Malaysia tahun 1999 yang kurang mengembirakan. Kemenangan UMNO dalam Pemilu 1999 tidak telak seperti Pemilu-pemilu sebelumnya. Bahkan sekarang UMNO kehilangan dua Negeri Bagian yang jatuh ke tangan PAS [Partai Islam Se-Malaysia] yakni Kelantan dan Terengganu.

Bergabung dengan pemerhati khas dari 16 negara, termasuk tiga Partai Politik dari Jakarta, yakni Partai Golkar, PDIP dan PAN, saya bersama H Sudarman A Ade [Sekretaris DPW PAN Riau] pukul 08.00 waktu setempat telah berada di aula untuk mencari tempat duduk bagi pemerhati khas. Datuk Zainal Abidin Zein memang mengingatkan agar kami datang cepat.

Pukul 08.55 Datuk Sen Dr Mahathir Mohamad tiba dengan diiringi suara kompang yang bertalu-talu. Ternyata Dr Mahathir masih mengikuti upacara penaikan bendera UMNO di halaman gedung. Tapi seluruh peserta PA yang sudah berada di aula dapat mengikuti setiap gerakan Dr Mahathir melalui monitor raksasa yang terdapat dilatarbelakang panggung kehormatan. Tidak seperti lazimnya di negeri kita, Dr Mahathir bersama Sekjen UMNO langsung menggerek bendera UMNO sampai selesai.

Pukul 09.25 Dr Mahathir memasuki aula. Memakai teluk belanga biru langit dengan kain sarung bermotif hijau dan berpeci hitam. Dr Mahathir kelihatan santai menebar senyum. Menurut catatan saya, tepat pukul 10.05 Dr Mahathir menyampaikan pidato politiknya tanpa teks selama 115 menit. Pidato ini dipuji oleh pengamat sebagai pidato yang sarat dengan pesan moral dan sangat impressif. Dr. Mahathir juga menutup amanatnya dengan memimpin langsung pembacaan doa, sesuatu yang belum pernah dilakukannya dan agaknya juga belum pernah dilakukan pemimpin dunia manapun. Ihwal berdoa ini diberitakan secara luas oleh media cetak esok harinya.

Peserta PA UMNO banyak yang terharu dan bahkan meneteskan air mata mendengar doa Dr Mahathir yang dilafaskan dalam bahasa Melayu dan bahasa Arab. Menurut beberapa pengamat di Malaysia, doa Perdana Menteri jauh berbeda dengan doa pemimpin-pemimpin oposisi. Pemimpin oposisi berdoa agar UMNO tumbang, sedangkan doa Dr Mahathir intinya adalah meminta perlindungan, kekuatan iman, hidayat, restu, dan kejayaan bagi agama, bangsa dan negara Malaysia.

Selesai acara pembukaan, bersama Agung Laksono, Fahmi Idris, Abdul Gafur, Azhar Romli, berlima kami dari partai Golkar diterima oleh Dr Mahathir di ruang khusus. Agung Laksono [Mantan Menpora] yang menjadi juru bicara, mengucapkan tahniah bahwa Dr Mahathir dipercaya kembali oleh UMNO untuk menduduki Presiden UMNO. Agung Laksono juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pidato politik Dr M dan kemudian memperkenalkan kami berlima sebagai pemerhati dari Partai Golkar Indonesia.

"Ini yang terakhir, utusan Partai Golkar dari Riau," kata Agung sambil menunjuk saya. Dr M langsung merespon, "Oh dari Riau, Riau itu sama bahasanya dengan Johor," katanya. Terus terang saya merasa tersanjung. Dalam pertemuan yang singkat itu, Dr M memberikan pandangannya bahwa dia merasa bersyukur Indonesia cepat keluar dari krisis dan mengamati kondisi Indonesia dewasa ini sudah semakin membaik. "Masalah di Indonesia sangat berat, bahkan sepuluh kali lebih berat daripada masalah yang dihadapi Malaysia. Penduduk Indonesia kan sepuluh kali lipat dari Malaysia, jadi masalahnya juga sepuluh kali lebih berat," kata Dr Mahathir.

Bangsa Melayu, menurut Dr Mahathir, tidak hanya menghadapi musuh dari luar berupa globalisasi tetapi juga secara internal dalam tubuh bangsa Melayu itu sendiri. Banyak orang-orang Melayu, tidak pandai mengekang nafsu, tidak memahami secara mendalam mengapa orang Melayu harus bersatu. Kita bertanggung jawab kepada bangsa Melayu, kata Dr Mahathir, disambut atau tidak disambut oleh orang Melayu itu sendiri. Tanggung jawab mestilah dipikul.


Catatan:
Tulisan ini dan tulisan berikutnya, merupakan catatan
perjalanan Drh. Chaidir ke Kuala Lumpur,
menghadiri Perhimpunan Agung UMNO, dan diterbitkan di
Riau Pos, 4 dan 5 Juli 2000


Tulisan ini sudah di baca 158 kali
sejak tanggal 29-05-2016

Daftar isi buku Suara dari Gedung Lancang Kuning

  

  


http://drh.chaidir.net/buku/Suara-dari-Gedung-Lancang-Kuning/44-Tersanjung-Ketika-Dr.-M,-Menyebut-Riau.html