drh. Chaidir, MM
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Suara dari Gedung Lancang Kuning | Bagian : 5

Antara UMNO, DAP dan PAS


Oleh : drh.chaidir, MM

Hari ini Pilihan Raya Malaysia memasuki babak yang mendebarkan, karena secara serentak akan dilaksanakan di 13 Negeri Bagian yang ada di Semenanjung, setelah hari kemarin diselenggarakan di Sabah dan Serawak. Ekses kampanyepun telah mulai timbul ketika beberapa kerabat kerja TV-3 Malaysia terpaksa diangkat ke rumah sakit akibat dihajar oleh massa PAS di Kedah. Yang namanya massa, memang cenderung emosional, tidak peduli di Malaysia, di Indonesia, bahkan di Jerman sekalipun. Oleh sebab itu agaknya Dr.. Mahathir benar, menyediakan waktu kampanye hanya satu minggu, waktu terpendek y&ng masih diperbolehkan oleh Undang-undang Pilihan Raya di Malaysia.


Bagi peminat masalah politik serantau, kini tentu mengarahkan telinganya ke Semenanjung, khususnya ke Kelantan, Penang dan Kedah. Di Kelantan UMNO yang tergabung dalam koalisi Barisaan Nasional [BN] berhadapan dengan Partai Islam Se-Malaysia [PAS] yang militan, di Penang BN berhadapan dengan Partai Aksi Demokrasi [DAP] etnik Cina yang konservatif, dan di Kedah, BN kembali berhadapan dengan lawan berbuyutannya, PAS, yang cukup fanatik. Mata juga boleh dilirikkan ke Terengganu, karena di negeri bagian ini, dengan 94 persen pemilihnya adalah Melayu, secara potensial PAS bisa bikin kejutan.

Di negeri bagian lainnya, dominasi BN yang dimotori oleh UNMO sudah jelas, dan hampir tidak akan terjadi keajaiban. Seperri Pilihan Raya tahun 1990, BN di ramalkan akan menang dengan myoritas.

Negeri Kelantan adalah satu-satunya negeri dari 15 negeri bagian di Malaysia di mana BN di pecundangi oleh PAS dalam Pilihan Raya tahun 1990. PAS yang memang sudah kuat di Kelantan, di perkuat lagi oleh partainya Tengku Razaleigh Hamzah, Semangat 46. Kedua partai itu menyapu habis semua kursi di Dewan Undangan Negeri [semacam DPRD Tinggkat 1] masing-masing PAS 24 kursi, semangat 46 14 kursi dan sisanya BERJASA 1 kursi. Masyarakat Kelantan boleh di sebut homogen, terdiri dari puak Melayu dan pemeluk Islam fanatik. Tahun 1990 jumlah pemilih di Kelantan tercatat 580.398 orang, 93,5% di antaranya adalah pemilih Melayu, sisanya Cina 4,22%, dan India 0,%. Akibat kemenangannya itu, Kelantan memiliki seorang Menteri Besar yang berasal dari PAS, "Cik gu" Dato' Nik Aziz, yang terkenal amat santun dan soleh. Dato' Nik Aziz di segani oleh kawan dan lawan. Oleh karenanya tidak akan mudah bagi BN menaklukan Kelantan, walaupun selama pekan kampanye kemarin ini, Dr Mahathir setiap hari berada di Kelantan untuk melakukan penggalangan dalam rangka memenangkan BN. Pada hal Dr Mahathir, sebagai mana diungkapkan oleh Zainudin Maidin dalam bukunya "The Other Side of Mahatir ", adalah seorang tokoh yang sangat popular di kalangan rakyat Malaysia. Pemilih di Kelantan barang kali bisa meninggalkan PAS, tetapi untuk meninggalkan Dato' Nik Aziz agaknya mereka tidak akan rela begitu saja. Jadi dengan peta kekuatan demikian, barangkali peluang BN di Kelantan kira-kira 50:50.

Lain Kelantan lain pula Penang. Bila Kelantan merupakan basis PAS, maka Penang yang merupakan daerah pemilihan Anwar Ibrahim, Wakil presiden UMNO, adalah basis DAP_ partai etnik Cina. Hal ini bisa terlihat dari komposisi pemilih dalam Pilihan Raya tahun 1990, Melayu hanya 32,69%, Cina bahkan terbesar 56,77% [terbesar dari seluruh negeri], dan sisanya India 10,28%, dan suku-suku lainya kurang dari setengah persen. Jadi memang wajar bila sekjen DAP Lim Kit Siang bersuara lantang dari Penang ini, namun demikian hanya dalam pemilu berdarah tahun 1969 BN kalah di sini, selebihnya selalu menang dengan mayontas. Tahun 1990 misalnya, BN memperoleh 19 kursi sementara DAP 14 kursi. Dalam Pilihan Raya 1995 hari ini Lim Kit Siang akan menantang jago BN, Dr. Koh Soo Koon, sedangkan Anwar Ibrahim berada di distrik Pematang Sauh yang relatif aman baginya. BN memang di ramal akan kembali menang dengan mayoritas di Penang, tetapi itu di peroleh dengan kerja keras.

Negeri Kedah pula, adalah daerah pemilihan Dr Mahathir, presiden UMNO, ketua BN. Negeri ini juga merupakan basis terkuat ketiga PAS setelah Kelantan dan Trengganu. Hanya saja di negeri ini, PAS pernah membuat sejarah ketika dalam pemilihan raya 1996 mereka menumbangkan BN. Dr Mahathir ketika itu, "dikerjain" oleh PAS. Dr Mahathir "over estimate", merasa mendapat dukungan dari PAS, dia sesumbar tidak memerlukan lagi suara dari pemilih Cina. Pada hari pemungutan suara situasi berubah dan Dr Mahathir kalah. Tetapi hanya sekali saja, orang buta hanya sekali kehilangan tonggakat, kata BN. Dalam Pilihan Raya tahun 1990 misalnya, BN memperoleh kursi 26 buah di Dewan Undangan Negeri, sedangkan PAS hanya satu kursi. Mulai Pilihan Raya tahun 1974 Dr Mahathir dengan BN-nya tidak lagi pernah tertandingi di daerah pemilihannya dan kemudian menduduki singgasana Presiden UMNO pada tahun 1981. Bagaimanapun komposisi pemilih di Kedah, sebagaimana gambaran tahun 1990, tetap potensial untuk bikin kejutan. Pemilih Melayu yang Islam mencapai 74,73%, pemilih Cina 17,47%, dan sisanya pemilih India 6,67 %, dan lain-lain 1,13%. Insiden TV 3 mungkin tidak akan berpengaruh.

***

Pilihan Raya Malaysia, dimaksud untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di Dewan Rakyat [semacam DPR kita] yang berjumlah 192 kursi dan memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di Dewan Undangan Negeri [semacam DPRD Tk. I] yang jumlahnya sesuai dengan potensi negeri masing-masing, tetapi dari 15 Negeri bagian, wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan wilayah Persekutuan Labuan, tidak memiliki Dewan Undangan Negeri.

Menurut jenisnya, Pilihan Raya yang diadakan selama dua hari ini, termasuk Pilfhan Raya Umum, karena dimaksudkan untuk memilih anggota Dewan Rakyat dan Dewan Undangan Negeri secara serentak, setelah kedua lembaga itu dibubarkan pada tanggal 5 April 1995 yang lalu. Undang-undang Malaysia menyebutkan paling lambat 60 hari setelah DR dan DUN bubar, Pilihan Raya sudah harus diadakan. Malaysia mengenal istilah Pilihan Raya Kecil atau Pilihan Raya Antar Waktu, yang dimaksudkan untuk mengisa kekosongan yang terjadi di DR maupun di DUN akibat meninggalnya anggota, pengundurun diri dan sebagainya. Namun demikian Pilihan Raya Kecil tidak akan diadakan apabila masa bhakti DR dan DUN itu tinggal dua tahun. Kursi yang kosong akan tetap dibiarkan kosong sampai Pilihan Raya Umum yang berikumya.

Kita mengenal dua macam sistem Pemilu, yakni sistem proporsional dan sistem distrik atau Single Member Territo"rial Representation. Malaysia menggunakan sistem yang disebut terakhir, berbeda dengan kita yang menggunakan sistem proporsional. Setelah Pemilu kita tahun 1992, ramai terjadi polemik di media massa bagaimana sebaiknya sistim Pemilu kita, tetap proporsional atau mencoba menggunakan sistem distrik . Masing-masing memang memiliki kekuatan dan kelemahan.

Berbicara mengenai Pilihan Raya Malaysia tidak, bisa tidak kita harus berbicara tentang UMNO, United Malay National Organisation [Pertubuhan Kebangsaan Melayu Bersatu]. Dewasa ini UMNO berada dalam suatu koalisi yang mereka sebut Barisan Nasional. UMNO adalah motor penggerak utama dalam koalisi BN. Sepanjang sejarah Pilihan Raya Malaysia, yang sudah dimulai sejak tahun 1959, BN selalu menang dengan mayoritas kecuali Pilihan Raya tahun 1969, BN tidak berhasil mencapai mayoritas dalam parlemen. Presiden UMNO dan sekaligus PM Malaysia ketika itu berada pada titik yang paling rendah karena dianggap terlalu pro Inggris dan kurang memperhatikan kepentingan puak Melayu yang merasa memiliki Semenanjung. Tunku dinilai tidak sensitif terhadap penderitaan rakyat Melayu. Namun setelah UMNO dipegang oleh Tun Abdul Razak yang berhasil meletakkan Dasar Ekonomi Baru bagi Malaysia, maka orang Melayu merasa marwahnya dikembalikan dan mandatpun diperoleh kembali oleh UMNO bersama BN-nya dalam Pilihan Raya 1974. Semenjak saat itu dominasi UMNO dalam Pilihan Raya Malaysia tidak lagi tergeser oleh lawan bebuyutannya, PAS, DAP, Partai Gerakan Rakyat Malay"sia dan Partai Bersatu Sabah. Dan Presiden UMNO pun otomatis menjadi Perdana Menteri Malaysia.

Sebenarnya tidak ada ketentuan yang mengatur Presiden UMNO harus menjadi PM Malaysia. Itu hanya sebuah konvensi. Syarat yang diatur oleh undang-undang adalah bahwa seseorang yang akan ditetapkan oleh yang Dipertuan Agung [Raja Malaysia] sebagi Perdana Menteri haruslah anggota Parlemen, Anggota Dewan Rakyat. Itu syarat mutlak, sebab seorang anggota parlemen tentu telah mendapat dukungan mayoritas dari partainya. Partai yang memiliki banyak kursi tentulah dia menguasai parlemen dan apabila kursi yang mereka kuasai dua pertiga dari seluruh kursi, maka tentu secara otomatis Presiden partai mereka akan terpilih menjadi Perdana Menteri. Dan oleh karena itulah pertandingan pemilihan Presiden UMNO yang akan berlangsung dalam Perhimpunan Agung UMNO akan lebih seru daripada Pilihan Raya itu sendiri.

***

Apapun hasil Pilihan Raya Malaysia, kita sebagai jiran serantau patut menghargainya. Sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat, mereka tentu berhak menentukan pilihan mereka sendiri tentang sistem dan cara yang mereka tempuh untuk mewujudkan-cita-cita bangsanya. Agaknya Dr Mahatir wajar geram kepada pers Barat yang selalu saja miring dalm memberitakan penyelenggaraan Pemilu di Dunia Ketiga. Kenapa Pers Barat selalu saja mengadili Dunia Ketiga sepanjang masa menurut visi mereka? Gugat Dr Mahatir dalam buku The Other Side of Mahatir. Dr Mahatir benar, masalah Pemilu adalah masalah dalam negeri suatu negara yangberdaulat, dunia luar tidak berhak menumpangkan kepentingannya di sana, kendati itu tidak tertutup kemungkinannya di zaman globalisasi seperti sekarang ini, dan itu bisa saja dalam bentuk pemberitaan yang provokatif dan keberpihakkan pers Barat kepada pihak oposisi.

Saya melihat dimensi itu dalam koalisi PAS yang fanatik Islam dengan DAP yang Cina dan Semangat 46 yang tidak jelas cirinya, dan itu meninggalkan sebuah pertanyaan dari Pilihan Raya Malaysia ini, apalagi misi mereka hanya sekedar untuk mengalahkan Barisan Nasional. Tapi di seberang Selat Malaka sana tentu banyak orang yang arif dan bijaksana.


Tulisan ini sudah di baca 200 kali
sejak tanggal 29-05-2016

Daftar isi buku Suara dari Gedung Lancang Kuning

  

  


http://drh.chaidir.net/buku/Suara-dari-Gedung-Lancang-Kuning/36-Antara-UMNO,-DAP-dan-PAS.html