drh. Chaidir, MM
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Suara dari Gedung Lancang Kuning | Bagian : 4

Mencari Peran dan Peluang HMI Masa Mendatang


Oleh : drh.chaidir, MM

Ciri menonjol dari potret masyarakat yang dapat dengan mudah diamati dewasa ini, adalah kesadaran akan haknya yang cukup tinggi. Masyarakat semakin memahami hak-haknya, walaupun belum diimbangi dengan pemahaman yang mendalam terhadap kewajiban. Kondisi tersebut tercipta dan didorong oleh suasana keterbukaan yang berkembang dan dikembangkan akhir-akhir ini, serta dipengaruhi oleh arus informasi dan telekomunikasi, yang dengan sengaja dibiarkan menerobos batas-batas teritorial yang ada.

Pembangunan dalam pandangan universal, memang adalah sebuah proses yang memungkinkan manusia merekayasa potensi-potensi yang mereka memiliki menjadi sebuah realita, membina kepercayaan diri dan membebaskan umat manusia dari ketakutan dan kekurangan. Jadi ada gerak menjauh dari kemiskinan, keterbelakangan dan ketertinggalan. Proses pembaharuan tersebut mengimplikasikan tumbuhnya kemandirian, baik dalam tataran individual maupun kolektif.

Pembangunan ekonomi yang menjadi perioritas PJP I jelas telah membawa kemajuan, tetapi mengangkut sekaligus berbagai permasalahan akibat adanya perubahan sosial. Secara umum, struktur masyarakat sudah mulai berubah. Perubahan ini menimbulkan tantangan-tantangan baru, harapan-harapan baru dan tuntutan-tuntutan baru.

Perubahan masyarakat yang cepat tidak terlepas dari pengaruh global. Sejak berakhirnya perang dingin dan runtuhan rezim komunis di Eropa Timur, kebijaksanaan politik luar negeri lebih banyak dipengaruhi kerja sama ekonomi. Hampir semua negara melakukan reorientasi kebijakan luar negerinya.

Dampak pasar global dan kebijaksanaan pembangunan perekonomian kita dengan berbagai macam deregulasi dan debirokratisasi, telah menimbulkan " booming" investasi. Namun sialnya, beberapa negara lain juga melakukan hal yang sama seperti kita lakukan , sehingga persaingan merebut pangsa pasar tidak terhindarkan.

Menghadapi persaingan yang pasti akan semakin ketat, karena setiap warga negara pasti akan meningkatkan efisiensinya, maka muncullah kerjasama-kerjasama regional, seperti Europe Community, APEC, NAFTA, AFTA, atau dalam skala tertentu misalnya SIJORI yang kemudian menjadi IMS-GT.

Cepat atau lambat, kita harus siap menghadapi diberlakukannya kerja sama ekonomi regional tersebut, yakni kemampuan kita untuk bersaing secara terbuka. Dan era ini pula, kehendak pasar akan besar pengaruhnya pada penentuan kebijakan pembangunan. Sudahkah kita antisipasi?

Trend Masa Mendatang

Pertumbuahan ekonomi yang pesat dan berkelangsungan, merupakan tuntutan yang tak terhindarkan bagi bangsa yang sedang berkembang seperti bangsa kita. Peduasan produksi barang dan jasa yang cepat, merupakan basis perbaikan kesejahteraan masyarakat. Angkatan kerja kita bertambah sekitar tiga juta orang pertahun. Untuk mengantisipasi ini hanya dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yang dapat menjamin bahwa mereka berkesempatan mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Laju pertumbuhan ekonomi yang lambat umumnya akan mendera negara-negara yang sedang berkembang dengan kemiskinan yang semakin meningkat

Untuk memperoleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut, tidak ada pilihan lain, yaitu kita harus menghadapi proses industrialisasi. Tidak ada satu negara maju di dunia ini yang memperoleh kemajuan negerinya tanpa industrialisasi, dan industrialisasi tidak bisa dibiayai dengan dana pemerintah. Investasi berupa dana pemerintah yang sekarang masih berkisar sekitar 40 persen dari keseluruhan investasi yang diperlukan, semakin lama akan semakin mengecil.

Di samping industrialisasi, swatanisasi perusahaan-perusahan milik negara juga merupakan kecenderungan yang tidak terelakkan. Swastanisasi perusahaan-perusahaan milik negara berkaitan erat dengan upaya untuk memperbaiki efisiensi dan produktifitas perusahaan, dan jangan dilihat dalam konteks politik. Memang tidak akan semua perusahaan umum negara akan diswastakan, karena ada perusahaan umum yang memainkan peran yang amat penting dan strategis, misalnya minyak dan gas bumi.

Kecenderungan lain di masa depan yang perlu diantisipasi adalah interdepedensi antara satu riegara dengan negara lainnya. Perekonomian Indonesia mempunyai sifat terbuka, dalam arti kata ada keterkaitan dengan ekonomi negara lainnya. Keterkaitan ini misalnya dalam hal ekspor-impor, pinjam meminjam, penanaman modal dan sebagainya. Sebagai konsekuensi dari keterbvikaan ini, maka pembangunan nasional menjadi peka terhadap berbagai perubahan ekstern, terutama perubahan yang terjadi di negara-negara yang banyak mengadakan hubungan dagang dan keuangan serta permodalan dengan Indonesia, maupun negara-negara yang karena posisinya memang berpengaruh besar terhadap hubungan ekonomi-moneter dan perdagangan dunia.

Kecenderungan penting lainnya, sebagai mana telah disinggung sebelumnya, adalah kecenderungan beberapa negara di kawasan tertentu untuk membentuk blok-blok perdagangan. Ini menjadi trend yang sangat menonjol dalam ekonomi dunia pada dasawarsa 1990-an sehingga disebut dasawarsa blok perdagangan.

Gagasan untuk membuat blok perdagangan disebabkan karena persaingan dan proteksionalisme glo"bal dalam perdagangan internasional. Blok perdagangan ini pada dasarnya merupakan perwujudan dari pembentukan kawasan perdagangan bebas [free trade area], mengandung arti bahwa negara-negara dalam kawasan yang menjadi anggotanya sepakat untuk mengurangi atau menghilangkan berbagai hambatan perdagangan untuk menciptakan perdagangan bebas antara mereka.

Kecenderungan globalisasi di bidang produksi pula, terlihat dari proses pembuatan produk akhir yang komponen-komponennya dihasilkan atau berasal dari berbagai negara [multi sourcing]. Siapa mengira kalau komponen-komponen philips atau komponen-komponen AT & T dibuat di Batam, sebagian pesawat Boeing misalnya dibuat di Bandung, sementara sebagian lagi komponen lain dibuat di Jerman dan Perancis. Di masa mendatang kecenderungan ini akan semakin menggila. Ini bermakna kegiatan investasi pada berbagai kegiatan produksi menjadi transnasional, dan ini berarti pula saling ketergantungan antar satu negara dengan negara lain akan menjadi semakin kuat.

Persaingan ekonomi dalam arti luas, meliputi persaingan kualitas manusianya dan persaingan itu pasti diwarnai dengan penggunaan intsrumen iptek yang canggih serta teknologi informasi yang super cepat.

Tantangan dan Peluang
Kecenderungan-kecenderungan yang mendunia yang tadi diuraikan, jelas membuka peluang yang lebih besar bagi kita untuk melibatkan diri dalam perekonomian dunia dengan memberikan nilai tambah yang lebih besar pada bahan baku sumber daya alam kita. Sektor perekonomian, atau lebih tegas lagi sektor swasta akan lebih banyak memberikan peluang. Paling tidak ada tiga peluang yang sebetulnya harus dapat kita antisipasi.

Pertama, peningkatan ekspor non-migas menjadi sesuatu yang amat penting. Sebab pemerintah memerlukan devisa untuk dapat melanjutkan pembangunan dan devisa dapat diperoleh dengan ekspor perdagangan. Ekspor non-migas senantiasa akan terus didorong dan diberi kemudahan demi kemudahan. Upaya peningkatan ekspor ini merupakan bagian integral1 dari penciptaan landasan perekonomian yang kokoh.

Kedua, kemajuan teknologi yang berkembang dengan cepat memungkinkan kita intuk menghaditkan teknologi-teknologi tepat guna untuk memberikan nilai tambah bagi bahan baku yang kita miliki dan bisa menjadi sektor yang tidak akan habis-habisnya dalam perekonomian kita.

Ketiga, timbulnya blok-blok perdagangan, sehingga ada kesamaan tindak dalam rangka menghadapi proteksionisme global. Paling tidak, ada kemudahan di antara sesama blok perdagangan.

Ada beberapa kendala besar yang kita hadapi untuk merebut peluang yang ada di hadapan kita itu, yang barangkali secara umum dapat digolongkan ke dalam empat kelompok: Pertama, kemampuan bersaing yang masih rendah dan ini berkaitan erat dengan pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ketetampilan, penguasaan informasi dan rendahnya motivasi dan inovasi.

Kedua, masyarakat [generasi muda] selalu berprasangka buruk terhadap globalisasi, industrialisasi, kegiatan investasi dan sejenisnya. Paling tidak respon yang muncul ke permukaan adalah sikap yang menjauh dari gelombang tersebut, padahal gelombang itu pasti datang dan kita tidak bisa menolaknya. Kita tidak mencoba

Ketiga, para pengusaha kita lemah dalam manejemen dan kemampuan lobi, sehingga peran dalam blok perdagangan menjadi lemah. Konsep sumbangan untuk blok perdagangan ada, tetapi ketika sampai tingkat implementasi, peluang direbut orang lain.

Keempat, upaya pemberdayaan masyarakat masih lemah terutama dalam memotivasi, menumbuhkan sikap inovatif dan memberikan informasi yang tepat guna dan tepat waktu.

HMI Quo Vadis?
Kita hanya beberapa tahun lagi berada di ambang suatu abad dan milenium baru. Di dalam dunia yang selalu berubah dengan cepat, sejujurnya, bahwa tidak mungkin bagi kita untuk memetakan dengan pasti perekonomian kita di seberang tahun 2000. Bahkan di sana nanti, pada tahun 2003 akan diberlakukan AFTA, dan kemudian menyusul APEC dan seterusnya, itu jelas. Tetapi bukankah hanya ada suatu kepastian, yaitu ketidakpastian.

Masa depan itu akan banyak diwarnai oleh kekuatan-kekuatan yang saling tarik-menarik. Banyak faktor yang akan saling berpengaruh. Kepentingan-kepentingan dan ide-ide baru saling beradu, dan ini akan dikondisikan oleh masalah-masalah yang sekarang telah ada dan akan muncul.

Secara umum Itita telah melihat peluang dan kendala aktual yang akan menghadang. Kita tentu memilih untuk bermain dalam setting tersebut, atau kita berada di pinggiran dan menjadi orang pinggiran. Proses globalisasi industrialisasi, swastanisasi serta kecenderungan-kecenderungan lain yang mendunia, menuntut diteruskannya kebijakan deregulasi dan debirokrasi, dengan demikian suatu saat nanti peran pemerintah mengecil dan hanya mengatur hal-hal yang sangat prinsip saja. Era pemerintah yang mendominasi segala aspek kehidupan masyarakat akan segera berlalu.


Tulisan ini sudah di baca 175 kali
sejak tanggal 29-05-2016

Daftar isi buku Suara dari Gedung Lancang Kuning

  

  


http://drh.chaidir.net/buku/Suara-dari-Gedung-Lancang-Kuning/33-Mencari-Peran-dan-Peluang-HMI-Masa-Mendatang.html