drh. Chaidir, MM
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Panggil Aku Osama | Bagian : 3

Bencana New York


Oleh : drh.chaidir, MM

Ingat Kamikaze? Kamikaze adalah nama armada pesawat tempur Jepang dalam Perang Dunia II. Tugasnya menggempur kapal perang sekutu dengan cara menghantamkan pesawatnya ke cerobong asap kapal perang sekutu. Pesawatnya hancur dan kapalnya meledak. Aksi bunuh diri dari pilot armada Kamikaze ini luar biasa heroiknya. Kapal Induk Amerika The USS Franklin tenggelam setelah dihajar oleh Kamikaze. Kamikaze diilhami oleh mitos patriotik samurai dalam cerita kuno Jepang, ketika para samurai rela mengorbankan dirinva untuk kerajaan dengan cara bunuh diri.

Serupa, tapi tidak sama, modus Kamikaze bisa kita saksikan di layar televisi beberapa hari yang lalu. Sayangnya pesawat bunuh diri itu bukan pesawat tempur, tetapi pesawat komersial Boeing 767 dan Boeing 757 milik Maskapai Penerbangan Amerika dan mengangkut pula sejumlah penumpang. Sasaran yang digempur pun bukan Armada ke-7 Amerika, tetapi gedung kembar pencakar langit World Trade Center di New York, sebuah kota terbesar dan teramai di dunia. Akibatnya, ribuan korban jatuh. Angka sementara tercatat, tidak kurang dari 10.000 orang tewas dalam bencana tersebut.

Rasanya seperti mimpi melihat gedung pencakar langit ditabrak oleh pesawat terbang komersial. Tidak pula satu, dua gedung kembar pencakar langit ditabrak oleh dua pesawat komersial yang berbeda selang 18 menit. Pesawatnya tentu hancur terbakar dan gedung kembar yang bertingkat 110 dengan ketinggian 417 meter itu juga ambruk bersama kobaran api. Tragisnya, kejadian itu detik demi detik direkam dengan saksama oleh kamera televisi laksana pembuatan sebuah film kolosal. Tetapi ini bukan film kolosal, ini kejadian nyata yang sangat mengerikan dan ditonton oleh jutaan umat manusia di jagat ini.

Jumlah korban banyak sekali dan kemungkinan angkanya terus bertambah. Yang pasti, Boeing 767 yang menabrak pertama mengangkut 81 penumpang dan 11 awak sedangkan pesawat kedua, Boeing 757, mengangkut 58 penumpang dan 6 awak, semuanya tewas. Gedung kembar World Trade Center itu sendiri, menurut berbagai informasi, masing-masing mempekerjakan tidak kurang dari 40 ribu orang. Orang-orang ini adalah pegawai-pegawai syarikat perniagaan mulai dari top eksekutif perusahaan sampai tukang antar surat dan sekuriti, penjaga toko, restoran, orang-orang yang terlibat dalam perdagangan valuta asing, dan sebagainya. Dan menurut informasi juga, masing-masing gedung kembar WTC ini setiap harinya dikunjungi tidak kurang dari 100 ribu pengunjung, baik yang terlibat dalam urusan bisnis maupun turis-turis yang sekadar ingin menikmati Manhattan (pusat kota New York) dari puncak gedung pencakar langit itu.

Tiba-tiba semuanya menjadi horor yang menakutkan dan mengerikan. Kita bisa melihat dengan jelas melalui layar kaca bagaimana orang-orang yang melambai-lambaikan tangannya minta pertolongan. Sedihnya, kita hanya bisa menyaksikan, tetapi tidak bisa memberikan pertolongan sampai mereka terperangkap api dan kemudian ambruk bersama gedung jangkung itu ke bumi. Alangkah mengerikannya. Bahkan negara adidaya seperti Amerika Serikat pun tidak mampu berbuat apa-apa, padahal interval antara kejadian pertama dengan munculnya pesawat kedua yang menghajar kembaran gedung pertama adalah sekitar 18 menit. Cukup waktu sesungguhnya untuk berbuat sesuatu seperti ketangkasan yang sering dipertontonkan melalui film-film yang diproduksi oleh perusahaan perfilman Hollywood. Tetapi sekali lagi ini bukan film. Ini kejadian sesungguhnya.

Gedung kembar yang didesain oleh arsitek Jepang Minoru Yamasaki ini selesai dibangun tahun 1973. Dan dengan ketinggian 417 meter yang terdiri atas 110 tingkat, Gedung Kembar WTC langsung memecahkan rekor gedung modern tertinggi di dunia yang semula dipegang oleh gedung Empire State Building yang memiliki 102 lantai dengan tinggi 381 meter di jantung Manhattan, New York City. Gedung Kembar WTC dibangun di tepi pantai menghadap ke Samudra Atlantik sehingga laksana pintu gerbang memasuki kota New York.

New York City memang dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit. Akibat keterbatasan ruang, New York telah mulai membangun gedung-gedung pencakar langit pada tahun 1929, ketika di negeri kita, kuda konon masih makan besi. Gedung yang pertama berdiri pada tahun 1929 adalah Chrysler Building yang terdiri atas 77 lantai. Kemudian menyusul Empire State Building dan Gedung Kembar WTC yang mendapat serangan "kamikaze" itu. New York masih memiliki beberapa gedung pencakar langit yang lain, seperti Chase Manhattan Building (71 lantai), Sixty Wall Tower (66 lantai), Woolworth Building (60 lantai), Lever House, Seagram Building, Panam Building, dan lain-lain. Di pusat perdagangan dunia, di mana Gedung Kembar itu berdiri, juga ada gedung pencakar langit lainnya seperti Custom Building, Plaza Building, dan Glass Tower.

Sampai akhir hayatnya, Selasa 11 September 2001 kemarin, Gedung Kembar ini masih merupakan salah satu land mark New York dan masih memegang rekor gedung mencakar langit tertinggi di New York. Tetapi sejak tahun 1976 rekor pencakar langit tertinggi di dunia diambil alih oleh gedung Sears Tower di Chicago dengan ketinggian 442 meter. Chicago adalah kota terbesar ketiga di Amerika Serikat setelah New York City dan Los Angeles. Namun rekor Sears Tower ini kemudian ditumbangkan oleh gedung Petronas Twin Tower di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan ketinggian 452 meter. Dan, Petronas Twin Tower ini pun akan dikalahkan oleh Gedung Shanghai World Financial Center di Shanghai, Cina, yang akan segera selesai dengan tinggi 500 meter.

Suatu saat di musim gugur beberapa tahun yang lalu, dalam suhu yang sudah mulai dingin dan angin musim gugur yang mulai kencang, saya berdiri di halaman Patung Liberty di lepas pantai New York City, memandang ke arah kota dengan membelakangi Samudra Atiantik. Gedung Kembar WTC memang terlihat laksana pintu gerbang. Sekarang "gerbang" itu telah ambruk oleh kesombongan dan kenekatan anak manusia. Semogalah bencana itu yang terakhir kali.


(16 - 22 September 2001)


Tulisan ini sudah di baca 98 kali
sejak tanggal 29-05-2016

Daftar isi buku Panggil Aku Osama

  

  


http://drh.chaidir.net/buku/Panggil-Aku-Osama/112-Bencana-New-York.html