drh. Chaidir, MM
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Menertawakan Chaidir | Bagian : 1

Menu Demo


Oleh : drh.chaidir, MM

Menu Demo

REFORMASI tanpa sengaja telah membuka suatu lapangan pekerjaan baru, yakni demonstrasi. Konon demonstran bisa dipesan, minta jumlah berapa, 1.000,2.000, atau 10.000 orang? Tingkat kebrutalannya pun bisa disesuaikan, yang biasa atau istimewa.

Menu biasa? Hanya sekadar membawa poster sambil teriak-teriak. Kalau menu istimewa? Pakai telur busuk, pakai lempar batu, atau samoai berkelahi dengan aparat. Semua menu itu ada tarifnya.

Suatu ketika menghadapi demonstran di DPRD, Chaidir berbisik kepada aparat petugas. "Ini "pasukan" bayaran atau bukan? Pakai menu apa mereka?"

Petugas : "Jangan khawatir, Pak. Menunya sudah disesuaikan dengan potensi daerah. Paling-paling yang dilemparkan itu belacan, kepala patin, taik minyak, atau sawit busuk......"


Tulisan ini sudah di baca 112 kali
sejak tanggal 29-05-2016

Daftar isi buku Menertawakan Chaidir

  

  


http://drh.chaidir.net/buku/Menertawakan-Chaidir/207-Menu-Demo.html