drh. Chaidir, MM
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Menertawakan Chaidir | Bagian : 0

Pengantar Penerbit


Oleh : Penerbit

Dunia kelakar atau humor, memiliki peran yang cukup penting, atau bagian yang tak terpisahkan dalam proses perjalanan pemberadaban dan penyadaran manusia zaman - berzaman. Sejak dahulu kala, pada setiap zaman, abad, atau generasi, selalu muncul tokoh - tokoh yang menggunakan kelakar atau humor sebagai media pencerahan, baik pencerahan diri, komunitas, puak, masyarakat, maupun sebuah bangsa.

Para intelektual masa lampau, khususnya yang berlaman dalam kekuasaan politik yang menindas dan totaliter, menggunakan media humor untuk menyampaikan apa yang dirasa benar. mengutip Hasan Junus dalam Karena Emas di Bunga Lautan, pengarang - pengarang Ceko, seperti Karel Capek dan Milan Kundera menggunakan lensa ketawa untuk melawan atau menghadapi situasi tersebut.

Di Indonesia, khususnya kawasan Melayu, dunia kelakar juga merupakan hal tidak asing. Seorang antropolog, James Dananjaya, mengatakan bahwa kelakar sangat melekat dalam kehidupan, dan dapat dijumpai dalam hampir semua tradisi, serta cerita - cerita rakyat. Tidak mengherankan kalau tokoh - tokoh dunia kelakar, seperti Pak Pandir, atau tokoh hidup seperti Yung Dollah, menjadi nama yang selalu ada dalam sebutan, tokoh yang selalu tak luput dari ingatan. bahkan dalam karya - karyanya, pengarang Melayu, tak jarang pula menjadikan kelakar sebgai cara untuk menuangkan hal tersirat yang hendak disampikan seperti yang dapat kita baca dalam kisah Lebai Malang, atau cerpen - cerpen karya Soeman Hs.

Sayangnya dewasa ini, dunia kelakar sudah jarang digarap dalam tradisi intelektual. Dalam beberapa dekade terakhir dapat dikatakan sangat sedikit sekali buku - buku jenis ini yang diterbitkan. Chaidir, dengan buku "Menertawakan Chaidir" ini, merupakan satu dari sedikit intelektual Riau yang berupaya menggunakan kelakar atau humor, atau lensa ketawa, sebagai laman bermain dan menyampaikan apa yang dirasakan penting.

Mudah - mudahan penerbitan buku "Menertawakan Chaidir" ini memberikan manfaat bagi semua, dan sekaligus menjadi cermin untuk berkaca dalam melihat keberadaan diri, melihat Riau yang kita cintai ini.
Pekanbaru, Agustus 2005


Tulisan ini sudah di baca 126 kali
sejak tanggal 29-05-2016

Daftar isi buku Menertawakan Chaidir

  

  


http://drh.chaidir.net/buku/Menertawakan-Chaidir/193-Pengantar-Penerbit.html