drh. Chaidir, MM
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Demang Lebar Daun | Bagian : 5

Kelinci Berdasi


Oleh : drh.chaidir, MM

Entah darimana asal-muasalnya, "playboy" memiliki lambang kelinci berdasi. Padahal antara playboy dan kelinci sama sekali tak ada hubungan sanak famili. Beberapa ensiklopedi sudah saya gerayangi, tetapi tetap misteri. Saya tetap tidak berhasil menemukan asal-muasal tersebut, atau hubungan sulit antar keduanya. Playboy yang mirip kelinci ataukah kelinci yang mirip playboy. Dibolak-balik, pun tetap tak ada kemiripan, laksana "saudara kembar siam" Primus dan Ucok Baba. Sebenarnya untuk mendapatkan satu buah majalah "Playboy" sangat terbuka peluang untuk menggunakan fasilitas "call a friend" seperti quiz "Who wants to be a millionaire" Tantowi Yahya itu, tapi takut, salah-salah nanti dituding penyalur playboy, atau dikira memiliki simpanan gelap playboy. Wah gawat. pasti banyak yang mau minjam, diam-diam.

Playboy adalah sebuah ungkapan Inggris yang kalau diterjemahkan lurus dalam bahasa Indonesia, barangkali maksudnya 'anak laki-laki pemain.' "Play" artinya main, "boy" artinya anak laki-laki. Tapi ternyata dalam kamus Combined Dictionary Thesaurus (Inggris-Inggris), bila digabung menjadi "playboy"maka diterjemahkan sebagai suatu bentuk gaya hidup orang kaya, orang senang yang banyak memiliki waktu senggang, sembrono atau tidak karuan.

Entah mengapa, di mata masyarakat awam, playboy diberikan sebagai stempel bagi pria yang suka gonta-ganti pacar, suka merayu perempuan, pria hidung belang, pria bermata keranjang. Entah bagaimana pula ceritanya hingga pria yang demikian disebut playboy. Kalau mau menggunakan acuan dalam kamus Inggris, pria yang suka merayu perempuan itu, istilahnya bukan playboy, tapi Donjuan 40) (mungkin berasal dari plesetan doyan perempuan, barangkali ya?). Atau ada juga julukan Casanova, yang berasal dari nama Giovanni Giacomo Casanova 41) (1725-98), seorang pria dengan reputasi buruk karena memiliki banyak love affairs. Memoar yang ditulis Casanova ibarat sebuah novel porno, yang menggambarkan dia bukan orang yang beragama dan tidak menghargai perempuan. Nah aneh kan? Casanova tidak menyebut-nyebut istilah Playboy, apalagi ditambah dengan lambang kelinci berdasi.

Agaknya ini murni ulah Hugh Hefner yang punya ide menerbitkan sebuah majalah untuk memuaskan nafsu laki-laki hidung belang atau bermata keranjang, menghidangkan syurga bagi imajinasi "Portugal" (Persatuan Orang Tua Gatal). Majalah itu diberinya nama Playboy. Dan dengan dalih keindahan seni fotografi, Playboy memuat gambar-gambar perempuan (yang menurut ukuran kita pasti tidak lolos sensor). Hugh Hefner meluncurkan majalah Playboy sekitar tahun 1950-an, dan konon langsung laris manis puluhan ribu eksemplar. Amerika yang liberal dan sekuler pun geger ketika itu. Majalah ini pada awalnya ditentang, tapi sebagaimana kita saksikan berpuluh-puluh tahun kemudian, kekuatan modal dan selera pasar, telah membawa majalah ini terus berkibar dan berkibar, bahkan diterbitkan dalam berbagai edisi bahasa. Indonesia pun akhirnya mereka sapa, walau kemudian terkapar. Kelinci masuk ke kandang macan, ya habis. Tapi siapa tahu suatu saat macannya akan ompong.

Kenapa lambang Playboy mesti kelinci berdasi? Tidak dijelaskan proses kreatifnya kenapa sampai Hugh Hefner memilih lambang kelinci berdasi. Padahal kelinci adalah hewan mamalia kecil, mempunyai telinga panjang dan ekor pendek, hidungnya biasa saja, tidak panjang dan tidak belang. Hewan ini pun dikenal lembut karena memang memiliki bulu halus dan lembut, tidak ada tanda-tanda macho sedikit pun. Belum pernah diriwayatkan kelinci memiliki tingkah laku liar. Apalagi nafsu birahinya tidak tinggi menggebu-gebu seperti seekor bandot atau monyet jantan. Nah kalau playboy dikaitkan dengan hal-hal yang berbau birahi, mestinya lambang yang digunakan bukan kelinci, tapi bandot berdasi atau monyet jantan berdasi. Kalau dikaitkan pula dengan fenomena hidung belang atau sesuatu yang berbau hidung, maka mestinya lambing playboy itu gajah atau tapir berdasi, karena satwa inilah yang memiliki hidung spektakuler dalam ukuran. Satwa ini tidak perlu ke Mak Erot untuk membesarkan dan memperpanjang hidung.

Kelinci bahkan sering dikaitkan dengan kerja-kerja kemanusiaan karena sering dipakai sebagai hewan percobaan terutama di laboratorium. Mereka tidak berdaya protes, ketika, dengan maksud percobaan, ditulari kuman-kuman penyakit tertentu, dibiarkan menderita sakit, kemudian disuntik dengan berbagai macam obat atau bahan kimia untuk melihat pengaruh obat atau bahan kimia tersebut. Kelinci tidak pernah bisa menjadi dokter atau doktor, tetapi berkat pengorbanan mereka sebagai hewan percobaan, telah ribuan dokter atau doktor dihasilkan.

Demikian akrabnya kelinci sebagai hewan percobaan, manusia pun adakalanya disebut sebagai kelinci percobaan, yakni dalam kasus seorang atau beberapa orang menjadi orang pertama yang dimanfaatkan sebagai percobaan. Orang tersebut disebut kelinci percobaan.

Sesungguhnya disadari atau tidak, kita sering menjadi kelinci percobaan dalam berbagai aspek kehidupan kemasyarakatan, di bidang politik, ekonomi, hukum dan sebagainya. Pendekatan trial and error tidak jarang ditemukan.. Contoh, kebijakan di bidang pendidikan. Hampir setiap kali ganti Menteri, berubah pula kebijakan.

Dalam satu bulan terakhir ini bangsa kita sedang dibuat resah gelisah oleh kelinci berdasi dengan segala permasalahan yang mengiringinya. Pada saat terjadi tarik-menarik, adu pengaruh dalam pembahasan RUU tentang Porno Aksi dan Porno Grafi, majalah Playboy Edisi bahasa Indonesia diluncurkan memasuki pasar. Si Playboy kelihatannya, hadir pada saat yang kurang tepat. Ketika Playboy muncul, gerakan penolakan pun kontan mengusik ketenangan. Bagi Amerika atau Eropa modern, majalah Playboy tidak jadi masalah, tapi bagi Indonesia hari ini, nampaknya belum memungkinkan, kendati sebenarnya di tengah masyarakat kalau mau diadakan tes hormon tentu akan ditemukan "bandot" atau penderita mata keranjang bila diadakan tes mata. Apalagi dalam tradisi timur pra Islam atau India, seks atau sesuatu yang berbau porno, bukanlah sesuatu yang aneh. Pada beberapa kitab lama India, atau China, atau Indonesia, seperti Serat Centhini, seks dibeberkan, tapi tidak berarti bahwa seks adalah sesuatu yang bebas tanpa batas.

Majalah Playboy adalah sebuah contoh bagaimana kepentingan bisnis memanfaatkan sebuah ceruk pasar tanpa peduli konsekuensi yang ditimbulkannya. Masyarakat kita agaknya sedang gila dilanda wabah hedonisme, yakni suatu ajaran atau pandangan, bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Dalam konsep hedonisme, kebaikan disamakan dengan kesenangan. Bagi kelompok yang tertular wabah hedonisme, kesenangan dan kenikmatan merupakan agenda kehidupan, dengan demikian mereka akan permissive terhadap sesuatu yang memanjakan nafsu dan selera, termasuklah kehadiran majalah Playboy itu.

Majalah Playboy adalah kisah keserakahan manusia dalam mengeksploitasi sesuatu untuk kesenangan dan kenikmatan duniawi, dan segala bentuk keserakahan memang patut dilawan. Perlawanan beberapa kelompok yang berujung pada kekerasan itu sebenarnya dapat kita pahami sebagai upaya melawan keserakahan. Kenapa pemodal itu tidak mencoba bisnis lain, kenapa harus bisnis yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan instabilitas? Seni, kebebasan ekspresi, hak asasi, dalam kasus playboy ini agak riskan dijadikan pembela, karena kita sulit menemukan pembenarannya.

Kelinci berdasi yang berkeliaran dari hotel ke hotel, cafe ke cafe, menikmati "dugem" (dunia gemerlapan), playboy kampung yang keluar masuk lokasiliasi, mungkin mudah dikenali. Kelinci berdasi dalam diri?

401 Don Juan, tokoh legendaris Spanyol, sosok yang tidak menghargai wanita. Sering menjadi tokoh dalam seni drama. Drama terakhir yang terkenal adalah "The Rake of Seville" (1630)
411 Casanova, nama lengkapnya Giovanni Giacomo Casanova (1725-98), seorang penulis dan petualang dari Venesia, Italia. Memiliki reputasi buruk karena memiliki banyak "love affair". Dia terkenal dengan memoar yang jorok dan porno.

(Tabloid MENTARI No.234/Th V/25 April-5 Mei 2006)


Tulisan ini sudah di baca 871 kali
sejak tanggal 29-05-2016

Daftar isi buku Demang Lebar Daun

  

  


http://drh.chaidir.net/buku/Demang-Lebar-Daun/443-Kelinci-Berdasi.html