drh. Chaidir, MM
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Berhutang Pada Rakyat | Bagian : 4

Selamat Datang Milenium III


Oleh : drh.chaidir, MM

Tanpa kokok ayam jantan sekalipun, matahari 1 Januari 2000 tetap terbit. Dan Anda adalah salah seorang saksi sejarah pergantian abad. Dahsyat!

Tidak ada kegaduhan, tidak juga gempa bumi. Persetan juga dengan "Y2K" (baca: wai tu kei), permasalahan komputer yang diributkan itu. Manusia bikin komputer, dan ketika computer bingung menulis angka tabun setelah tahun "99", manusia kalang kabut. Ingat ketika kita akan memasuki saat-saat pukul 9 tanggal 9 bulan 9 tahun 99 beberapa waktu yang lalu, orang juga heboh, katanya dunia akan kiamat. Ternyata tidak.

Pergantian tanggal 31 Desember 1999 ke 1 Januari 2000 sebenarnya hanyalah sebuah perjanjian. Adalah kaum Nasrani ketika itu yang memulai perhitungan waktu 2000 tahun yang lalu. Tapi sebenarnya menurut para ahli, planet bumi kita ini telah berusia puluhan juta tahun bahkan ada yang bilang ratusan juta tahun.

Umat Islam rnenggunakan perhitungan waktu berbeda. Ketika pergantian abad Masehi, tahun Hijriah baru tahun 1420, berarti baru abad XV dalam Milenium II. Berbeda kan? Tergantung perjanjian. Dalam perhitungan Hijriah, satu bulan terdiri atas 29 atau 30 hari. Ini cocok dengan perputaran bulan di langit. Coba lihat, tanggal 1 Ramadan, bulan kelihatan tipis melengkung di ufuk timur. Lima belas hari kemudian, bulan di langit nampak penuh, kita sebut purnama. Hari-hari berikutnya bulan mulai melengkung, menipis, dan kemudian menghilang di akhir bulan. Siklus bulan Arab ini selalu berulang, sesuai dengan bentuk bulan di langit.

Milenium adalah masa seribu tahun dan pergantiannya pasti menarik untuk dicermati. Pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi di awal Milenium II, seribu tahun yang lalu? Atau, pernahkah terbayang seperti apa dunia ini di akhir Milenium III nanti? Kisah seribu tahun yang lalu, barangkali bisa kita lihat dari buku sejarah, tapi 1000 tahun mendatang? Jangankan 1000 tahun, esok hari pun kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Itu rahasia alam.

Sejarah mencatat, di akhir Milenium I dan di awal Milenium II pelaut-pelaut bangsa Norwegia menaklukkan Eropa dengan ganas Di bidang iptek ditemukan ilmu Aljabar dalam dokumen matematika Arab. Avicenna, seorang filsuf dan ahli fisika bangsa Parsia menulis tentang logika, metafisika, matematika, dan juga sebuah karya besar tentang standar obat.

Apa yang terjadi di Nusantara yang kemudian bernama Indonesia? Milenium II ditandai dengan berkibarnya Kerajaan Airlangga yang menaklukkan seluruh Jawa pada tahun 1037. Tidak lama kemudian muncul Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit yang terkenal itu. Ketika Marcopolo mendarat di Sumatra tahun 1292 ia menemukan Kerajaan Samudra Pasai yang sudah memeluk agama Islam. Ada kemungkinan Islam telah masuk jauh sebelumnya karena ditemukan ukiran di batu nisan yang bercirikan Islam.

Seribu tahun mendatang ketika Milenium IV berawal, manusia (kalau masih bernama manusia) barangkali akan membalik-balik buku sejarah atau (hanya) memencet tombol, melihat peristiwa penting di awal Milenium III. Mereka mungkin cukup maklum dengan masalah Y2K karena teknologi komputer di awal Milenium III tidak cukup canggih dibandingkan dengan teknologi komputer di awal milenium IV. Yang membuat mereka geleng-geleng (atau mungkin mengangguk-angguk laksana pompa angguk) agaknya adalah cara manusia memecahkan masalah.

Teknologi komputer walaupun tidak super canggih, tapi sebetulnya cukup maju. Mengapa tidak menginput saja masalah yang ada ke komputer; masalah hutang konglomerat, KKN, bagi hasil pusat dan daerah, masalah negara kesatuan, masalah Pertamina, masalah Aceh, Riau dan seterusnya. Inputkan juga faktor-faktor yang mempengaruhi. Kemudian dalam 1 atau 2 detik tunggu solusinya. Selesai. Gampangkan?!

Ada dua catatan yang mngkin akan membuat mereka tersenyum. Pertama, ketika membaca banyak orang Tionghoa yang memprogram kehamilan dengan harapan bisa melahirkan di akhir tahun 2000 sehingga bisa memperoleh anak dengan shio Naga Emas. Bukan hanya pasangan suami-istri muda, bahkan yang telah memiliki beberapa anak pun berusaha untuk hamil. Orang bershio Naga Emas menurut kepercayaan Tionghoa memiliki hokkie yang berlimpah ruah. Rezeki datang sendiri. Kedua, keberanian Prof. Tabrani. Mereka, manusia Milenium IV itu, (mungkin karena perubahan genetika terjadi pula perubahan pengucapan) menyebut Prof. Tabrani sebagai "Prof Takberani". Ini profesor beraninya luar biasa, walaupun namanya "Takberani". Mereka mungkin akan tertegun ketika membaca, ternyata, profesor pemberani yang jenius ini, "Takberani" melamar calon isteri.

Tantangan zaman yang menghadang di awal Milenium III sangat banyak dan sulit diduga. Untuk menghadapinya diperlukan pandangan, etika, moral, dan kreativitas yang tinggi. Visi baru diperlukan. Visi yang penuh dengan etika dalam kehidupan global, visi yang diterima orang lain, persaingan sehat, saling menguntungkan melalui permainan "saya menang kamu menang".

Masa depan kita sedang dipertaruhkan. Sementara tidak ada seorang pun di antara kita mengetahui persis seberapa besar keberanian yang kita perlukan agar kita dapat bertahan menghadapi tantangan dan godaan yang menyerang setiap hari. Kita pun belum tahu seperti apa wujudnya tantangan dan godaan itu. Kita hanya bisa meraba-raba, paling hebat hanya belajar dari kecenderungan-kecenderungan dengan pendekatan ilmu statistika.

Saya teringat cerita Colombus berlayar dengan persediaan makanan dan minuman yang sangat terbatas menuju benua yang tidak dikenal, benua terra incognito. Dia berhasil mendarat di Benua Amerika sebab dia telah berusaha keras mengatur kapalnya ke suatu tujuan walaupun banyak perlawanan eksternal dan internal, bahkan dari awak kapalnya sendiri. Pesan moral dari sejarah ini: dengan ketekunan dan kemauan yang keras mari kita coba mulai berjalan memasuki Milenium III yang tidak dikenal itu dengan langkah pertama. Kata orang bijak, perjalanan seribu kilometer selalu dimulai dengan langkah pertama. Bismillahirrahmanirrahim!


(31 Desember 1999-6 Januari 2000)


Tulisan ini sudah di baca 101 kali
sejak tanggal 29-05-2016

Daftar isi buku Berhutang Pada Rakyat

  

  


http://drh.chaidir.net/buku/Berhutang-Pada-Rakyat/79-Selamat-Datang-Milenium-III.html