drh. Chaidir, MM
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Berhutang Pada Rakyat | Bagian : 3

Albert Einstein


Oleh : drh.chaidir, MM

Si jenius Albert Einstein dipilih oleh majalah berita mingguan Time sebagai tokoh abad ini. Dia menyisihkan Franklin D Roosevelt dan Mahatma Gandhi.

Anda boleh setuju boleh tidak terhadap pilihan majalah Time tersebut, tak ada masalah. Time tentu menyusun segantang kriteria sebelum menyusun daftar nominasi tokoh abad ini. Dan ketiga nama tersebut tentu merupakan saringan dari puluhan atau bahkan mungkin ratusan tokoh dunia yang mencuat dan membuat sejarah di abad XX.

Tapi siapa yang tidak pernah mendengar nama Albert Einstein, sarjana fisika terbesar sepanjang sejarah, yang terkenal dengan teori relativitasnya itu? Suatu teori fisika tingkat tinggi yang merupakan hasil dari kecerdasan intelektual yang sangat mumpuni yang telah mengubah pandangan dunia terhadap konsep ruang, waktu, energi, dan benda. "Terkadang saya bertanya kepada diri saya sendiri," kata Einstein, "Bagaimana saya bisa menjadi orang yang mengembangkan teori relativitas". "Alasannya, saya rasa, adalah karena orang dewasa yang normal tidak pernah berhenti memikirkan masalah-masalah ruang dan waktu. Semuanya ini adalah hal-hal yang telah diajarkan ketika saya masih kanak-kanak. Tetapi perkembangan intelektual saya terhambat, sehingga saya baru mulai bertanya-tanya soal waktu dan ruang setelah saya dewasa." Albert Einstein adalah figur yang suka mengesampingkan tradisi demikian saja dengan terobosan-terobosan pemikirannya.

Hampir semua penulis besar abad XX sepakat, bahwa teori Relativitas Einstein adalah sebuah revolusi besar dalam bidang ilmu pengetahuan yang mempengaruhi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu, tidak ada yang keberatan ketika Einstein memperoleh anugerah Nobel Fisika tahun 1921. Teorinya belum terbantahkan sampai sekarang.

Tapi sebagaimana ilmuwan-ilmuwan besar lainnya, Einstein tetap rendah hati. "Ibarat padi, semakin berisi semakin merunduk". Dia tidak mau menyebutkan teorinya itu sebuah revolusi ilmu pengetahuan. Einstein tetap menyebutkan itu sebuah evolusi. Dalam otobiografinya yang ditulis tahun 1949, Einstein tetap menaruh hormat kepada Isaac Newton, pendahulunya yang hidup pada awal abad XVIII, ahli matematika bangsa Inggris yang terkenal dengan teori gravitasinya. Einstein mengatakan bahwa karya-karyanya sendiri merupakan suatu transformasi, bukan suatu kreasi yang sama sekali baru. Jadi merupakan langkah berikutnya dari temuan-temuan pendahulunya. Bahkan Einstein menyebut yang revolusioner itu justru Galileo dan Maxwell.

Galileo Galilei adalah seorang astronom dan ahli fisika bangsa Italia yang hidup di abad XVII. Dia membuat teropong, menemukan bahwa di permukaan bulan ada pegunungan, ada gugusan bintang, dan ada cincin Saturnus. Tahun 1609, Galileo mendukung pendapat Nicolaus Copernicus yang di tahun 1543 mengatakan bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari. Ini bertentangan dengan pendapat gereja yang menganut teori Ptolemaeus, yang mengatakan bahwa bumi ada di pusat jagat. Karena Galileo dianggap murtad maka ia dikenakan tahanan rumah sampai akhir hayatnya. Bahkan menurut gereja ketika itu Galileo pantas dihukum gantung.

Sementara James Clerk Maxwell yang hidup di pertengahan abad XIX di Inggris, disebut oleh Einstein karena ahli dalam ilmu pasti dan alam. Maxwell mempersatukan gejala-gejala listrik dan magnet menjadi satu sistem.

Jati diri Albert Einstein adalah Yahudi. Dia dilahirkan pada tanggal 14 Maret 1879 dari suatu keluarga Yahudi di Jerman. Einstein berhasil memperoleh gelar doktor (Ph.D.) dari Universitas Zurich pada tahun 1905, ketika berusia 26 tahun. Ketika Hifler berkuasa di Jerman tahun 1933, Einstein menanggalkan kewarganegaraan Jermannya dan pindah ke Amerika. Di Amerika Serikat Einstein mengabdi pada Institute of Advance Study di Princeton.

Majalah Time yang bergengsi itu memang secara bulat memiliti Einstein sebagai tokoh abad ini, tidak melalui voting. Dalam pertimbangannya semata-mata karena pemikiran revolusioner Einstein di bidang fisika yang telah mengubah dunia. Tetapi sebenarnya ada catatan menarik yang tidak menjadi bahan pertimbangan bagi Time, tetapi bagi kita di sini pantas dikenang dari Einstein selain dari teori relativitasnya.

Yang pertama adalah ketika dia menolak untuk menjadi presiden Israel. Sebagai "putra daerah" Einstein tentu berhak menjadi presiden Israel karena dia bangsa Yahudi tulen. Dari aspek kualitas SDM-nya, orang seperti inilah yang dicari Israel. Jadi sebenarnya kalau saja Einstein mau, maka ia sudah tercatat sebagai presiden Israel. Tetapi dengan alasan ia ingin mengabdikan diri di kegiatan akademis dan tidak mau bercampur-baur dengan kehidupan politik, maka tawaran itu ditolaknya. Sekarang justru ilmuwan-ilmuwan yang sudah mapan di kampus banyak terjun ke dunia politik praktis. Padahal politik praktis itu sarat dengan muatan kepentingan. Para ilmuwan yang sudah mapan di kampus, mestinya adalah ternpat orang merujuk pendapat mencari kebenaran yang universal.

Yang juga tidak dipertimbangkan oleh majalah Time adalah inti ceramah singkat Einstein di depan mahasiswa Institute Technology of California pada tahun 1938. Pada bagian akhir ceramahnya Einstein menggugat lirih, "Mengapa ilmu yang sangat indah ini, yang menghemat kerja, dan membuat hidup labih mudah hanya membawa kebahagiaan yang sedikit kepada kita?" Einstein menjawab sendiri, "Karena kita belum lagi belajar bagaimana menggunakannya secara wajar."

Yang membuat umat beragama terkesima, Einstein pernah mengucapkan, "Ilmu tanpa agama adalah buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh."Tak sangka, seorang Yahudi yang tinggal di sebuah negara sekuler seperti Amerika memiliki pemahaman yang luar biasa seperti itu. Agama memang moral dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Apabila moral dikesampingkan, maka bersiaplah, ilmu pengetahuan dan teknologi itu akan menjadi bencana bagi peradaban kemanusiaan. Einstein agaknya tidak hanya tokoh abad ini, tetapi juga layak menjadi tokoh Milenium II.


(14-20 Januari 2000)


Tulisan ini sudah di baca 142 kali
sejak tanggal 29-05-2016

Daftar isi buku Berhutang Pada Rakyat

  

  


http://drh.chaidir.net/buku/Berhutang-Pada-Rakyat/71-Albert-Einstein.html