drh. Chaidir, MM
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Berhutang Pada Rakyat | Bagian : 3

"Sukarno Kecil"


Oleh : drh.chaidir, MM

Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad, yang di negerinya populer dengan sebutan Dr M, berhasil menumbangkan jago dari Partai Islam Se-Malaysia (PAS) Dato' Subky Latif di Daerah Pemilihan Kedah dalam Pemilu tanggal 29 November beberapa tahun lalu. Seandainya dia kalah dalam pertandingan satu lawan satu di Kedah itu. maka tertutup peluangnya untuk kembali menjadi perdana menteri walaupun partai UMNO yang dipimpinnya memperoleh kemenangan mayoritas tunggal.

Dr M adalah Perdana Menteri Malaysia yang terlama sepanjang sejarah negeri itu. Ketika gerakan reformasi melanda Indonesia dan membuat Presiden Soeharto jatuh, Dr M juga terkena imbasnya. Unjuk rasa di Kuala Lumpur menentang kepemimpinannya tidak terhindarkan. Dia dituduh diktator, sekuler, dan terlibat KKN. Apalagi pada bulan September 1998 dengan sangat berani Dr M memecat dan menjebloskan Anwar Ibrahim ke penjara. Padahal wakil perdana menteri Malaysia ini sebelumnya disebut-sebut sebagai putra mahkota.

Orang tentu belum melupakan pertarungan seru antara Anwar Ibrahim, politikus muda, mantan Presiden Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) melawan tokoh senior Gaffar Baba, Wakil Presiden UMNO pada tahun 1993. Keduanya adalah orang kepercayaan Dr M. Pengamat di Malaysia ketika itu menangkap perasaan was-was Dr M terhadap peluang Anwar Ibrahim. Gaffar Baba adalah wakilnya di pucuk pimpinan UMNO, tetapi Dr M sedang bersimpati berat terhadap tokoh muda, the rising star Anwar Ibrahim.

Sebenarnya selaku Presiden UMNO, Dr M memiliki hak untuk menentukan siapa wakilnya tanpa harus bertanding. Ini tradisi UMNO sebagai bentuk manifestasi dukungan penuh terhadap presiden partai. Tapi Dr M tidak menggunakan haknya dan membiarkan Gaffar Baba dan Anwar Ibrahim bertanding. Sudah menjadi rahasia umum, dalam hatinya Dr M berpihak pada Anwar Ibrahim. Dan Anwar Ibrahim memang menang dalam pertandingan itu.

Semua orang menduga, menghadapi gelombang demonstrasi di Kuala Lumpur, Dr M akan tumbang seperti yang dialami oleh rekan seangkatannya, Soeharto. Tapi ternyata tidak, dia tetap kukuh tegar, dan bahkan kembali memenangkan pemilu untuk ketujuh kalinya.

Gerakan reformasi di Malaysia agaknya telah kehilangan momentum untuk membuat sejarah dan menjatuhkan Dr M. Tetapi memang kata Dr M, "Malaysia tidak sama dengan Indonesia". Dr M agaknya benar, sebab krisis yang dihadapi Malaysia bukan krisis multidimensi seperti yang dialami Indonesia. Krisis yang dihadapi oleh Malaysia tidak cukup ampuh untuk dipergunakan sebagai senjata oleh demonstran karena memang pada dasarnya perekonomian Malaysia cukup solid di bawah kepemimpinan Dr M. Selama masa pemerintahannyalah ekonomi etnik Melayu bangkit sehingga sekarang cukup banyak pengusaha Melayu yang berhasil menjadi konglomerat. Marwah Melayu dan marwah Malaysia terangkat di bawah kepemimpinan Dr M. Sikapnya yang sangat membela Melayu ini semula dinilai skeptis. Bahkan Lee Kuan Yew pernah menuduh Dr M sebagai ultra-Melayu, namun kemudian Lee Kuan Yew menyadari bahwa Dr M sebenarnya adalah seorang nasionalis tulen dan di antara keduanya memiliki banyak kesamaan visi terutama dalam konsep pemberdayaan masyarakatnya.

Dr M memang selalu mampu menyampaikan pemikiran-pemikirannya dalam bahasa yang sederhana kendati isunya rumit. Oleh karenanya kalau kita mendengar pidato-pidatonya dalam bahasa Melayu, bahasanya selalu dalam bahasa rakyat biasa, jarang sekali dalam bahasa tinggi yang penuh metafora, namun tetap memukau dan mengandung retorika.
Dr M juga tercatat sebagai pemimpin Asia yang berani menantang Barat. Inggris, Amerika, dan Australia pernah dilabraknya. Dan karena keberanian dan kevokalannya itu Dr M dijuluki oleh pers Australia sebagai Little Soekarno atau Soekarno Kecil.

Barat memang selalu merasa kurang nyaman terhadap kepemimpinan Dr M. Barat dianggap selalu ingin menang sendiri. Secara kebetulan pula Barat sering terpaksa berurusan dengan Dr M. Kalangan pers Inggris pernah mempermalukan Dr M dalam kasus Bendungan Pagau. Tetapi dengan lugas dia membalikkan keadaan sehingga Inggris harus minta maaf kepada Malaysia. Pada tanggal 27 Februari 1994 permintaan maaf ini dimuat satu halaman penuh di seluruh koran di Inggris.

Kasus digantungnya Kazim Barlow dan Brian Chambers, warga negara Australia pengedar dadah (candu) menyebabkan koor Barat secara beramai-ramai memojokkan Malaysia, demikian juga ketika Dr. M mengusir dua orang wartawan Asian Wall Street Journal. Kampanye Asian Wall Street Journal di Amerika agar investor Amerika tidak masuk ke Malaysia, juga menjadi senjata makan tuan, ketika akhirnya Amerika menyadari bahwa mereka ketinggalan dari Jepang dalam investasi di Malaysia.

Ketika berlangsung Konferensi Negara-Negara Nonblok di Jakarta pada Tahun 1992 silam, sejumlah wartawan menanyakan kepada Dr M terhadap julukan Soekarno Kecil tersebut. Jawaban Dr M ringan saja, "Di negeri saya sendiri pun, saya hanya disifatkan sebagai Mahathir Kecil". Jawaban yang bijak itu mendapat simpati dan tepuk tangan dari kalangan wartawan.

Kini Soekarno Kecil itu agaknya akan berhasil meraih cita-citanya untuk mengantarkan rakyat Malaysia memasuki era Milenium ketiga. Beberapa pemimpin tua ASEAN memiliki obsesi seperti itu, tapi mereka gagal. Apa rahasia sukses Dr M? Budaya Melayu telah memberikan acuan dasar mengenai kepribadian yang wajib dimiliki oleh setiap pemimpin agar dia benar-benar termasuk pemimpin sejati dan terpuji. "Bercakap lurus berkata benar; Tahu menimbang; bijak menakar; Ramah kepada kecil dan besar; Pantang sekali berlaku kasar". "Benar menyukat adil menimbang; Pantang memilih membedakan orang; Angguknya sama muka belakang; Tegaknya kukuh tahan digoyang". Nah itukah resep Dr M? Tanyalah kepada Soekarno Kecil. Tahniah!


(3-9 Desember 1999)


Tulisan ini sudah di baca 154 kali
sejak tanggal 29-05-2016

Daftar isi buku Berhutang Pada Rakyat

  

  


http://drh.chaidir.net/buku/Berhutang-Pada-Rakyat/70-%22Sukarno-Kecil%22.html