Berhutang Pada Rakyat



Demokrasi selalu ada batasnya. Tidak ada kehendak pihak mana pun, baik minoritas maupun mayoritas yang mutlak harus dilaksanakan. Dalam paradigma baru masyarakat kita sekarang, nama rakyat merupakan senjata yang ampuh untuk pemaksaan kehendak. Sesungguhnya, kekuasaan rakyat bukan tidak terbatas. Batasan wakil rakyat terletak pada norma, etika, dan hati nurani. Siapa yang berani mengatasnamakan rakyat berarti berhutang pada rakyat

Silakan Download / Unduh buku ini dalam format digital (pdf) di sini

Untuk membaca format pdf di PC / Laptop, silakan install adobe reader di https://get.adobe.com/reader/

Untuk membaca format pdf di Smartphone Android, silakan install adobe reader di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.adobe.reader

Tentang Penulis

Pengantar

1Pengantar Penerbit
2Catatan Pengiring:
3Prakata Penulis


Demokrasi dan Masyarakat Yang Sedang Berubah

1Wakil Rakyat
2Menghargai Perbedaan
3Democracy, Democrazy
4Berutang Kepada Rakyat
5Mengelola Kemarahan
6Fenomena Perubahan
7Memelihara Konflik
8Sapa Suruh Datang Jakarta
9Mencoba Memahami Australia
10Superman & Super Semar


Riau dan Konflik Kepentingan

1Bulan Negeri Serantau
2Kuda Troya
3Maju Kena Mundur Kena
4Emas Hitam Kambing Hitam
5Rapatkan Barisan
6Si Pipi
7Ada Api Ada Asap
8Dewan Pakar
9Mimpi Riau Airlines


Tokoh dan Inspirasinya

1Mata Hati
2Lee Kuan Yew
3"Sukarno Kecil"
4Albert Einstein
5Mathori Abdul Djalil
6Mathori Abdul Jalil
7Profesor Yusril
8Rekonsiliasi Ala Nelson Mandela


Masyarakat dan Perilakunya

1Pelita Hati
2Tradisi Keilmuan
3Makluk Sempurna
4Selamat Datang Milenium III
5Mulutmu Harimaumu
6Hari Perempuan
7Habis Gelap Terbitlah Terang
8Gunung Es
9Ombak dan Angin
10Di Sini Senang Di Sana Senang


Ramadan, Idul Fitri, & Haji

1Marhaban Ya Ramadan
2Sabar, Password Ramadan
3Idul Fitri Kuburkan Benci Bangkitkan Simpati
4Haji Murah