• Demang Lebar Daun
  • Membaca Ombak
  • Menertawakan Chaidir
  • 1001 Saddam
  • Panggil Aku Osama
  • Berhutang pada rakyat
  • Suara dari Gedung Lancang Kuning





Kontemplasi Minggu Ini


Berharap Tuah Lampu Aladin - (Bersempena Hari Jadi ke-59 Provinsi Riau) | Koran Riau 9 Agustus 2016 ORANG-ORANG tahun tinggi, tak akan begitu akrab dengan metafora dongeng "Lampu Aladin". Tapi bagi orang-orang tahun rendah, istilah "Lampu Aladin" pasti tak asing baginya. Nyalakanlah lampu itu, kemudian baca abrakadabra, simsalabim, maka dewi kayangan dan emas berlian akan wujud di depan mata. Semua cita-cita jadi nyata dalam sekejap mata. 

Namanya juga dongeng. Lampu Aladin di era supercanggih seperti sekarang, bernama Informasi Teknologi alias IT. Khayalan tentang suatu benda yang bisa

ORANG-ORANG tahun tinggi, tak akan begitu akrab dengan metafora dongeng "Lampu Aladin". Tapi bagi orang-orang tahun rendah, istilah "Lampu Aladin" pasti tak asing baginya. Nyalakanlah lampu itu, kemudian baca abrakadabra, simsalabim, maka dewi kayangan dan emas berlian akan wujud di depan mata. Semua cita-cita jadi nyata dalam sekejap mata. Namanya juga dongeng. Lampu Aladin di era supercanggih seperti sekarang, bernama Informasi Teknologi alias IT. Khayalan tentang suatu benda yang bisa . . . Selengkapnya>>


Memaknai Keberagaman | Riau Pos 8 Agustus 2016 NOVELIS berdarah Lebanon yang bermukim di Paris, Amin Maalouf menulis, sejarah memberi kita lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban, dan banyak jawaban bagi setiap pertanyaan. Sejarah mewadahi semua yang telah dibangun berpuluh-puluh tahun, ingatan, lambang-lambang pranata, bahasa, karya seni, dan hal lain tempat orang bisa terikat secara sah. Semua orang yang berpikir mesti mengakui, bahwa masa depan suatu negeri tidak bisa hanya sekadar menjadi lanjutan sejarahnya. Mengerikan bila sebuah

NOVELIS berdarah Lebanon yang bermukim di Paris, Amin Maalouf menulis, sejarah memberi kita lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban, dan banyak jawaban bagi setiap pertanyaan. Sejarah mewadahi semua yang telah dibangun berpuluh-puluh tahun, ingatan, lambang-lambang pranata, bahasa, karya seni, dan hal lain tempat orang bisa terikat secara sah. Semua orang yang berpikir mesti mengakui, bahwa masa depan suatu negeri tidak bisa hanya sekadar menjadi lanjutan sejarahnya. Mengerikan bila sebuah . . . Selengkapnya>>


Berebut Panggung Politik | Koran Riau 2 Agustus 2016 BUKAN panggung politik namanya kalau tidak riuh. Begitulah Riau. Dalam beberapa pekan terakhir ini, panggung politik Riau dihangatkan oleh spekulasi pasca tersiarnya berita pertemuan halal bi halal Lintas Parpol di Pekanbaru. Seperti kita baca melalui media massa, pertemuan lintas parpol ini dihadiri beberapa partai politik yakni Partai Demokrat, PDIP, Partai Gerindra, PKB, PPP, PKS, Nasdem, dan Hanura. 

Sebenarnya pertemuan lintas partai seperti ini biasa-biasa saja, lumrah, apalagi dikemas

BUKAN panggung politik namanya kalau tidak riuh. Begitulah Riau. Dalam beberapa pekan terakhir ini, panggung politik Riau dihangatkan oleh spekulasi pasca tersiarnya berita pertemuan halal bi halal Lintas Parpol di Pekanbaru. Seperti kita baca melalui media massa, pertemuan lintas parpol ini dihadiri beberapa partai politik yakni Partai Demokrat, PDIP, Partai Gerindra, PKB, PPP, PKS, Nasdem, dan Hanura. Sebenarnya pertemuan lintas partai seperti ini biasa-biasa saja, lumrah, apalagi dikemas . . . Selengkapnya>>




Opini Pilihan

Bela Negara vs Radikalisme - (Sebuah Catatan Kecil HUT TNI)
MENGUTIP frasa artis Syahrini, "sesuatu banget", rasa-rasanya memang ada yang sesuatu banget dalam kehidupan kita berbangsa dan bermasyarakat dewasa ini. Sayangnya, yang sesuatu banget dimaksud, bukan sesuatu yang indah seperti konotasi kata beronanya Syahrini itu, melainkan sesuatu yang sangat memprihatinkan.

Sesuatu itu adalah krisis semangat nasionalisme dan patriotisme bangsa kita. Layaknya seperti lirik lagu album kenangan Dewi Yull, "Kau Bukan Dirimu", "mimpikah diriku/melihat

MENGUTIP frasa artis Syahrini, "sesuatu banget", rasa-rasanya memang ada yang sesuatu banget dalam kehidupan kita berbangsa dan bermasyarakat dewasa ini. Sayangnya, yang sesuatu banget dimaksud, bukan sesuatu yang indah seperti konotasi kata beronanya Syahrini itu, melainkan sesuatu yang sangat memprihatinkan. Sesuatu itu adalah krisis semangat nasionalisme dan patriotisme bangsa kita. Layaknya seperti lirik lagu album kenangan Dewi Yull, "Kau Bukan Dirimu", "mimpikah diriku/melihat . . . Selengkapnya>>


Jurnal Pilihan

Catatan APBD Riau 2010 Dulu Candi Kini Gedung
PENCITRAAN sudah bagus. Tidak ada daerah lain - kendati bukan berarti tidak punya program strategis - mampu mengemas program strategisnya secara simple dan mudah diingat seperti Riau: K2i. Pengentasan Kemiskinan, Pemberantasan Kebodohan dan Pembangunan Infrastruktur. Ujungnya adalah terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berkualitas dan bermarwah.

Ke sanalah muara semua upaya. Dalam perspektif organisasional, semua potensi organisasi berupa unsur manusia, uang, barang, mesin-mesin dan

PENCITRAAN sudah bagus. Tidak ada daerah lain - kendati bukan berarti tidak punya program strategis - mampu mengemas program strategisnya secara simple dan mudah diingat seperti Riau: K2i. Pengentasan Kemiskinan, Pemberantasan Kebodohan dan Pembangunan Infrastruktur. Ujungnya adalah terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berkualitas dan bermarwah. Ke sanalah muara semua upaya. Dalam perspektif organisasional, semua potensi organisasi berupa unsur manusia, uang, barang, mesin-mesin dan . . . Selengkapnya>>